Share

Jasa Armada Indonesia (IPCM) Sepakat Bagi Dividen Final Rp109,3 Miliar

Anggie Ariesta, Jurnalis · Kamis 23 Juni 2022 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 278 2617104 jasa-armada-indonesia-ipcm-sepakat-bagi-dividen-final-rp109-3-miliar-AJzDEZpjZn.JPG Jasa Armada Indonesia bagi dividen Rp109,3 miliar. (Foto: MPI)

JAKARTA - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) menyetujui soal pembagian dividen melalui penetapan penggunaan laba Perseroan 2021 dengan dividend payout ratio 80% yaitu Rp109,3 miliar.

Sebelumnya pada 24 Desember 2021, Perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp18,2 miliar atau Rp3,44 per saham.

Sedangkan pembagian dividen tunai diputuskan sebesar Rp91,1 miliar atau Rp17,27 per saham.

 BACA JUGA:RUPST INCO, Vale Indonesia Tak Bagikan Dividen

Dengan demikian total dividen yang dibagikan adalah sebesar 80% dari laba Perseroan yaitu sebesar Rp109,3 miliar atau Rp20,71 per saham untuk pembagian dividen final kepada pemegang saham.

Direktur Utama IPCM, Amri Yusuf menyatakan, kinerja keuangan yang meningkat tajam pada 2021 memungkinkan IPCM melakukan pembagian dividen tahun ini sebesar 80%.

"Hal ini menunjukkan apresiasi serta komitmen Perseroan kepada pemegang saham dan investor yang selalu memberikan dukungan kepada IPCM. Dengan pertumbuhan kinerja yang stabil, dalam 5 tahun terakhir Perseroan dapat secara konsisten melakukan pembagian dividen, dengan dividend payout ratio di kisaran 75%-80% pada tiga tahun terakhir," ujar Amri dalam keterangan resminya usai RUPST IPCM, Kamis (23/6/2022).

IPCM mencatat bahwa pada 2021 IPCM berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 18% menjadi Rp820 miliar, dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp697 miliar.

Peningkatan pendapatan yang diiringi efisiensi di beban umum dan administrasi serta beban operasi lainnya memungkinkan IPCM berhasil mencapai lonjakan dalam kenaikan laba bersih sebanyak 70% menjadi Rp136,5 miliar pada 2021.

Selanjutnya, RUPST menyetujui penetapan penggunaan laba Perseroan sebesar Rp136,5 miliar tersebut yaitu sejumlah Rp27,3 miliar digunakan untuk cadangan atau sebesar 20%.

Dalam agenda laporan penggunaan dana hasil IPO disampaikan bahwa dari total dana hasil penawaran umum Rp43,9 miliar telah digunakan untuk modal kerja, Rp227,2 miliar telah terealisasi untuk pembangunan 4 kapal tunda, sedangkan Rp90,5 miliar telah dialokasikan untuk pembangunan 1 kapal tunda dan 3 kapal pandu.

Sisa Rp77,7 miliar akan digunakan untuk kebutuhan investasi lainnya pada tahun 2022.

Amri menambahkan, sejalan bertambah besarnya Pelindo pasca merger, IPCM memiliki cakupan wilayah yang semakin luas yang memberikan peluang yang besar bagi Perseroan untuk meningkatkan volume bisnisnya.

"Pada 2021 Perseroan beroperasi di 12 pelabuhan di berbagai wilayah di Indonesia serta berhasil menambah berbagai proyek dan klien di luar grup Pelindo,” katanya.

Tahun lalu IPCM menjalin serangkaian kerjasama baru termasuk dengan PT Jawa Satu Power, PT Pelindo Marine Service, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Pelabuhan Bukit Prima, PT Langlang Laju Layang.

Sedangkan baru-baru ini IPCM melakukan kerja sama penyediaan kapal tunda untuk pelayanan jasa penundaan kapal di wilayah kerja perairan ship to ship (STS) Nipa, Batam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini