Share

Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak Rp16,8 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 320 2620414 biaya-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-bengkak-rp16-8-triliun-x5aFeuv0kH.jpg Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bengkak. (Foto: Okezone.com/KCIC)

JAKARTA - Biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) bengkak hingga USD1,176 miliar atau setara Rp16,8 triliun. Nilai ini pun lebih kecil dari perkiraan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Juru Bicara BPKP Eri Satriana mengatakan, nilai cost overrun tersebut adalah hasil review berdasarkan permintaan Kementerian BUMN. Proses review dilakukan sejak Desember 2021 lalu.

Baca Juga: Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kecepatan 420 Km/Jam dan Anti Petir

"BPKP diminta Kementerian BUMN untuk melakukan review kereta cepat mulai akhir Desember 2021 lalu. Angkanya sebesar USD1,176 miliar atau setara Rp 16,8 triliun," ungkap Eri, Rabu (29/6/2022).

Adapun metode yang digunakan BPKP dalam perhitungan cost overrun dengan melakukan review dokumen atas asersi yang disampaikan Kementerian BUMN melalui wawancara dan pengamatan yang dilakukan di lapangan.

Baca Juga: Jokowi-Xi Jinping Bakal Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Untuk penghitungannya sendiri, BPKP hanya melakukan cost overrun untuk biaya pembangunan saja, sedangkan biaya operasional setelah kereta cepat beroperasi nantinya tidak termasuk dalam biaya cost overrun.

Eri menegaskan angka pembengkakan tersebut merupakan budget estimasi dan masih ada beberapa yang proses, sehingga memungkinkan ada perubahan, termasuk jika ada aturan baru yg keluar setelah selesainya reviu cost overrun oleh BPKP.

BPKP, lanjut Eri, tidak mengelak bahwa ada potensi penambahan cost overrun KCJB sebesar Rp2,3 triliun. Pembengkakan ini berasal dari pajak dan pengadaan lahan.

"Pajak tersebut merupakan bukti baru, setelah selesai reviu BPKP karena ada peraturan perpajakan baru dan belum masuk dalam asersi," tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini