Share

Perluas Lapangan Kerja, Sandiaga Uno Dorong Santri RI Mahir Digital

Avirista Midaada, Jurnalis · Rabu 29 Juni 2022 18:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 320 2620610 perluas-lapangan-kerja-sandiaga-uno-dorong-santri-ri-mahir-digital-lG3F417jnw.JPG Menparekraf Sandiaga Uno. (Foto: Kemenparekraf).

MALANG - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong santri di seluruh Indonesia terus mengembangkan digital marketing.

Hal ini demi menciptakan lapangan kerja baru sebagaimana didorong oleh pemerintah pusat.

"Jadi kita harapkan para santri ini yang produknya sudah ditampilkan bisa lebih mahir menggunakan digital marketing. Karena ini, adalah tahapan kita untuk mencetak 1,1 juta lapangan kerja baru tahun ini," kata Sandiaga Uno, saat membuka pelatihan digital marketing di Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang, pada Rabu (29/6/2022).

 BACA JUGA:Hadiri Peresmian Smart Tourism di Malang, Sandiaga Uno Didoakan Terpilih Jadi Presiden

Sandiaga menambahkan, di era revolusi industri 5.0 kali ini digitalisasi menjadi hal yang penting untuk memasarkan produk kreasi para santri.

Ke depan ditargetkan seluruh pemasaran produk pondok pesantren, termasuk di Ponpes Bahrul Maghfiroh juga bakal dilakukan secara digital.

"Nanti Bahrul Maghfiroh akan 95 persen akan dijual melalui digitalisasi, anggrek juga oleh karena itu perlu melalui platform digital. Pengalaman guru terbaik knowledge, yang akan menampakkan pada kesuksesan. Skill hari ini bagian dari agen perubahan bukan kaum rebahan, ini yang disebut peningkatan skill dari sisi digital marketing," tuturnya.

Kepada para santri Sandiaga meminta mereka berani mengambil resiko dalam memulai wirausahanya. Mengingat saat memulai usaha tak ada kesuksesan yang diawali tanpa adanya kegagalan.

"Ketika belum berhasil akan berusaha lebih keras, bersyukur, bersabar, tidak ada orang sukses yang tidak berani mengambil resiko. Kegagalan anak tangga menuju kesuksesan. Inovasi, tidak ada orang yang sukses tanpa inovasi," ujar pria berusia 53 tahun ini.

Menurutnya, bimbingan teknis (Bimtek) digital marketing menjadi sebuah awal dari inovasi dan semangat kolaborasi untuk menuntut ilmu.

"Bimtek digital marketing ini bagian dari inovasi semangat kolaborasi. Saya memulai usaha dari tiga orang karyawan, saat itu di-PHK jual berlian istri saya. Alhamdulillah setelah dikembangkan 25 tahun bisa mengembangkan karyawan 30 ribu karyawan," tuturnya.

Sementara itu Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Muhammad Bisri mengungkapkan, pasca memasarkan produk kreasi santri dengan platform digital marketing keuntungan berlipat mulai didapat.

Salah satunya saat kreasi produk penjualan bunga anggrek yang awalnya dijual secara konvensional, mulai dijual online melalui platform media sosial.

"Sekarang sudah pakai medsos, sudah mulai laris, sudah menghasilkan uang, artinya kreativitas dari mas menteri kita ikut kreatif sekarang," jelasnya.

Dari hal tersebut, maka Bisri mendorong santrinya menguasai dan bisa belajar digital marketing secara dini.

Supaya bisa meningkatkan taraf kesejahteraan para santri, serta mendidik santri agar bisa mandiri.

"Senang sekali ada digital marketing ini supaya para santri mengenal sejak dini, biar nanti nggak buta digital marketing, sangat penting. Kami punya produk nggak laku-laku karena nggak ngerti digital Marketing, konvensional, sekarang sudah pakai medsos, sudah mulai laris, sudah menghasilkan uang," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini