JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan bahwa anak usahanya yakni PT Sedaya Multi Investama (SMI) alias Astra Financial berencana membeli 1.138.088 lembar saham baru yang mewakili 49,56% dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor di PT Bank Jasa Jakarta.
Adapun aksi korporasi ini untuk mengembangkan bank digital dalam ekosistem digital Grup Astra.
Dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (4/7/2022), berdasarkan penandatanganan Shares Subscription Agreement (SSA) Sedaya Multi Investama dan Bank Jasa Jakarta, mereka telah meneken perjanjian pembelian saham baru sebanyak 49%.
Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp3,87 triliun yang dilakukan pada 1 Juli 2022.
BACA JUGA:Astra Agro Lestari (AALI) Cetak Laba Bersih Rp514 Miliar di Kuartal I-2022, Melonjak 34%
"Transaksi tersebut tunduk pada dipenuhinya seluruh persyaratan pendahuluan dalam SSA, termasuk persetujuan OJK terkait dengan Rencana Transaksi," tulis Corporate Secretary ASII, Gita Tiffani Boer.
Perlu diketahui, tujuan dari Rencana Transaksi adalah sebagai pengembangan usaha dan investasi Sedaya Multi Investama.
Manajemen Astra International memang pernah mengaku sedang menjajaki investasi di perbankan dan bank digital, meski saat itu masih enggan mengungkapkan target bank yang akan diakuisisi.
Dengan aksi korporasi tersebut, Grup Astra akan bermitra dengan Welab Ltd. dalam mengendalikan Bank Jasa Jakarta.
Selanjutnya pada akhir tahun lalu, Welab yang merupakan perusahaan milik Sequoia Capital dan miliarder Li Ka-Shing, membeli 24% saham Bank Jasa Jakarta.
Mengutip Bloomberg, WeLab mengucurkan USD240 juta atau sekitar Rp3,46 triliun dari investor lama dan investor baru untuk mendanai akuisisi tersebut.