Share

Penuh Cobaan dan Godaan, Sri Mulyani Akui Tidak Mudah Jadi Bendahara Negara

Michelle Natalia, Sindonews · Selasa 12 Juli 2022 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 320 2628014 penuh-cobaan-dan-godaan-sri-mulyani-akui-tidak-mudah-jadi-bendahara-negara-VRROAyDhFf.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa tidak mudah menjadi bendahara negara yang mengelola seluruh keuangan. Dirinya pun mengakui selama menjadi bendahara negara atau bekerja di Kementerian Keuangan banyak cobaan dan godaan yang harus dilalui.

Untuk itu, Sri Mulyani bilang bahwa sinergi, kolaborasi dan kepedulian adalah sikap dan inti nilai-nilai di Kemenkeu yang harus terus dipupuk dan diperkuat. Tak hanya itu, dalam menjalani kehidupan khususnya di momen Perayaan Idul Adha 1443 H, Sri mengatakan bahwa sebagai manusia, kita dihadapkan pada ujian terhadap kekhusyukan, ketaqwaan, dan keimanan masing-masing dalam berbagai situasi.

Baca Juga: Sri Mulyani Bilang Milenial Sulit Beli Rumah, Konsultan Properti: Harganya Terus Naik!

"Untuk menunjukkan kekhusyukan, ketaqwaan, dan keimanan, kita cenderung dihadapkan pada cobaan godaan. Kalau kita menggunakan cerita moral dari ibadah qurban Idul Adha ini, betapa keimanan dan ketaqwaan serta di dalam niat kita melaksanakan ibadah akan dihadapkan pada banyak sekali cobaan, gangguan, dan godaan, yang terlihat pada cerita Nabi Ibrahim AS yang harus melaksanakan sebuah pesan keyakinan untuk mengorbankan putra tunggalnya," ujar Sri secara virtual pada Selasa(12/7/2022).

Berkaca pada kisah tersebut, di mana putra tunggal yang sudah dinanti-nanti kehadirannya namun harus dikorbankan, dalam melaksanakan sebuah pesan, Nabi Ibrahim AS juga melalui berbagai cobaan, yaitu godaan dari iblis untuk tidak melaksanakan qurban, yang kemudian dibalas dengan melempar kerikil.

Baca Juga: Sri Mulyani: Pengusaha Lapor Harta Tak Perlu ke Kantor Pajak

Iblis pun kemudian menggoda istri Ibrahim, yang juga dibalas dengan lemparan kerikil, dan iblis pun menggoda Nabi Ismail AS, yang juga dibalas dengan hal yang sama. Tiga cara menolak godaan ini disimbolkan dalam ibadah Haji dengan melempar jumroh tiga kali.

"Ritual simbolis ini penuh makna, dan juga sebagaimana kita semua di lingkungan Kemenkeu dalam menjalankan tugas sebagai bendahara negara, mengelola keuangan negara yang merupakan ibadah dan kewajiban sesuai UUD dan UU, kita senantiasa digoda atau dihadapkan dengan godaan dan cobaan seperti cobaan pandemi yang begitu hebat dua tahun terakhir, sekarang dihadapkan dengan lingkungan global yang bergejolak baik secara geopolitik yang menimbulkan dampak terhadap kenaikan harga pangan dan energi," jelas Sri.

Bahkan, sebut dia, banyak negara yang tidak mampu menghadapi guncangan dan cobaan ini. Pihaknya juga dihadapkan pada cobaan bagaimana menyehatkan kembali APBN sesudah bekerja keras menjaga rakyat dan ekonomi dari dampak pandemi dan memulihkan ekonomi serta kesejahteraan rakyat.

"Cobaan dan cobaan silih berganti, godaan juga selalu ada. Jajaran Kemenkeu dalam menjalankan tugas senantiasa dihadapkan pada berbagai godaan, baik itu godaan material, godaan kewenangan, dan bahkan kecenderungan untuk melakukan sesuatu yang bisa berpotensi menyusahkan pihak lain," ungkap Sri.

Dia berharap pada seluruh jajaran Kemenkeu, di dalam melaksanakan ibadah qurban Idul Adha ini, agar senantiasa mampu untuk memegang nilai-nilai moralnya. Nilai-nilai moral dari ibadah qurban adalah sebuah proses yang tidak mudah saat dihadapkan dengan pilihan pengorbanan, yaitu diri sendiri dihadapkan pada tujuan ibadah masing-masing, yang dalam dunia kerja sehari-hari dinamakan integritas.

"Itulah yang tidak boleh diperjual belikan, karena integritas adalah kesetiaan terhadap nilai mulia yang menggambarkan perjuangan kita menjaga pikiran, hati, dan ibadah kita yang kita yakini harus terus menerus kita bersihkan bahkan dari kepentingan pribadi, nafsu, dan godaan dari luar. Ini simbol yang luar biasa besar dari Hari Raya Idul Adha," ungkap Sri.

Dia pun berharap, hewan-hewan yang diqurbankan adalah simbol sebagian dari sikap yang selalu peduli dan amanah. Peduli pada sesama, dan amanah terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban.

"Dalam menjalankan tugas kita sebagai bendahara negara, kita pasti akan digoda, kita pasti akan diuji, dan banyak ayat Al-Qur'an yang menyebutkan 'apa kamu kira kamu tidak akan diuji di dalam melaksanakan keimanan dan keyakinan kamu?'. Karena kita memahami dan memaknai nilai-nilai Islam itu, saya berharap sekali lagi dalam suasana ibadah Qurban, untuk bisa me-recharge, memberikan energi, memperkuat keteguhan kita, dan meyakini, bukan mengeluh dan berputus asa, bahwa dalam menjalankan sebuah tujuan dan ibadah kita menjaga RI, rakyat, APBN dan perekonomian, kita pasti akan diuji dan tidak gentar, karena yakin bahwa Allah SWT selalu akan hadir dan menunjukkan kasih sayang-Nya," pungkas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini