BALI - Bank Indonesia (BI) memastikan pemulihan ekonomi Indonesia tetap berlanjut di tengah ketidakpastian global.
Deputi Gubernur BI Juda Agung mengatakan, perekonomian global saat ini dihadapkan pada sejumlah tantangan yang tidak dapat hanya ditangani oleh satu instrumen kebijakan Bank Sentral, suku bunga.
Menurutnya, Dunia menghadapi risiko stagflasi yang serius. Dampak majemuk dari Covid-19 pandemi dan ketegangan geopolitik Ukraina-Rusia yang sedang berlangsung telah terwujud baru-baru ini prospek pertumbuhan global.
"Bulan lalu, Bank Dunia telah merevisi turun proyeksi pertumbuhan global untuk 2022 menjadi 2,9%, OECD juga memangkas proyeksi pertumbuhan global untuk tahun 2022 menjadi hanya sekitar 3% dan IMF dapat mengikuti dengan pemotongan lebih lanjut setelah sebelumnya pada bulan April," ucapnya di Nusa Dua Bali, Rabu (13/7/2022).
Kendati demikian, Juda memastikan pemulihan ekonomi Indonesia tetap terjaga. Pemulihan ekonomi Indonesia tetap terjaga pada didukung oleh meningkatnya permintaan domestik dan ekspor.