Share

Bukan Santap Roti, Ternyata Ini Menu Sarapan Sri Mulyani Bersama Pimpinan Organisasi Dunia

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Senin 18 Juli 2022 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 18 320 2631522 bukan-santap-roti-ternyata-ini-menu-sarapan-sri-mulyani-bersama-pimpinan-organisasi-dunia-ZzQChlMykz.JPG Sri Mulyani. (Foto: Instagram/smindrawati)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan menu sarapannya saat bersama Gubernur Bank Sentral, dan pimpinan organisasi multilateral dunia pada Sabtu (16/4/20222) di Nusa Dua, Bali.

Dia menyebut sarapannya bukan dengan nasi atai roti melainkan berupa isu-isu mengenai kebijakan-kebijakan dalam menghadapi perubahan iklim.

"'Sarapan pagi' saya bersama-sama dengan kolega Menteri Keuangan G20, Gubernur Bank Sentral, dan pimpinan organisasi multilateral dunia cukup istimewa," tulisnya dikutip dari akun resmi Instagram @smindrawati.

 BACA JUGA:IMF Ragukan Kebijakan Ekonomi Sri Mulyani, Apa Itu?

Adapun pembahasan mereka mengenai perubahan iklim yang berdampak sistemik kepada perekonomian, sistem finansial, dan bagaimana kita semua hidup.

"Hal ini bertujuan untuk melanjutkan pembahasan sekaligus berbagi pengalaman dalam menerapkan kebijakan-kebijakan dalam upaya global dalam mengatasi perubahan iklim," jelasnya.

Di mana diskusi ini sembari sarapan pagi ini secara khusus membahas instrumen dan inisiatif kebijakan perubahan iklim termasuk kerangka bauran kebijakan yang disesuaikan dan mekanisme transisi energi untuk mempromosikan transisi ekonomi hijau yang inklusif.

"Kami juga menyoroti peran kebijakan publik untuk memberikan sinyal pada pasar keuangan terkait transisi iklim, investasi dalam keuangan berkelanjutan, dan upaya mendorong partisipasi permodalan publik dan sektor swasta dalam investasi berkelanjutan," bebernya.

Dia berharap instrumen kebijakan transisi yang adil dan terjangkau ini dapat digunakan sebagai mekanisme transisi yang mendukung ketersediaan energi bersih, mendorong pengurangan dan penghapusan subsidi bahan bakar fosil, dan juga menjadi dasar penetapan harga karbon untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Semoga usaha internasional kita ini dapat menyelesaikan masalah perubahan iklim bagi para generasi penerus kita," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini