Share

Kejar Target 1 Juta Barel Minyak/Hari, RI Butuh Duit Rp389,35 Triliun

Rizky Fauzan, MNC Portal · Selasa 19 Juli 2022 20:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 320 2632618 kejar-target-1-juta-barel-minyak-hari-ri-butuh-duit-rp389-35-triliun-4YOAB186h5.jpg RI Kejar Target 1 Juta Barel Minyak per Hari. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - SKK Migas mencatat investasi baru diperlukan USD26 miliar atau setara dengan Rp389,35 triliun untuk memacu produksi 1 juta barel minyak per hari (bph) dan gas sebesar 12 miliar kaki kubik per hari (bscfd) hingga 2030.

"Investasi baru yang relatif besar itu diperlukan untuk mengurangi current account deficit (CAD) yang sudah cukup lebar untuk minyak pada tahun ini," ujar Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Mohammad Kemal, Selasa (19/7/2022).

Baca Juga: Intip Besarnya Dana Abadi Hasil Migas di Daerah Indonesia

Berdasarkan catatan SKK Migas per Juni 2022, konsumsi minyak dalam negeri naik hingga 139% di tengah disrupsi pasokan energi dunia sedangkan konsumsi gas turun signifikan sebesar 298 persen.

Baca Juga: Realisasi TKDN Hulu Migas Tembus 63,3%

“Untuk minyak kalau kita lihat tren ke depan kebutuhan kita masih akan terus meningkat sehingga mau tidak mau kita harus memiliki target untuk menaikkan produksi untuk mengurangi CAD,” kata Kemal.

Kemal membeberkan, potensi cadangan migas di Indonesia relatif besar dengan 68 basin yang belum tereksplorasi optimal hingga tahun ini. Adapun SKK Migas melaporkan total cadangan minyak terbukti dalam negeri mencapai 3,2 miliar barel minyak (Billion Barrel Oil/BBO) dan gas mencapai 42,93 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF) per 31 Desember 2021.

“Tapi tentu saja tidak bisa dengan cara yang biasa-biasa saja karena investasi US$10 hingga US$14 miliar tidak akan tercapai target 2030 itu, kita harus terus meningkatkan investasi hingga di atas US$20 miliar hingga puncaknya US$26 miliar,” ujarnya.

Adapun, SKK Migas terus mendorong adanya stimulus dan kebijakan insentif fiskal yang baru untuk mendorong upaya pembukaan cadangan Migas yang prospektif dikerjakan oleh KKKS hingga 2030.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini