Share

Laba Matahari (LPPF) Melesat 72% Jadi Rp918,37 Miliar

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Sabtu 23 Juli 2022 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 23 278 2635016 laba-matahari-lppf-melesat-72-jadi-rp918-37-miliar-pWasC4V7Tq.jpg Laba Matahari Department Store naik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Laba bersih PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik 72% di semester I-2022. Laba bersih LPPF naik menjadi Rp918,37 miliar dari sebelumnya sebesar Rp532,48 miliar.

Seiring dengan tumbuhnya laba perseroan, pendapatan bersih LPPF juga mengalami kenaikan sebesar 5,37% menjadi Rp3,76 triliun dari sebelumnya Rp3,56 triliun. Penjualan konsinyasi perseroan mengalami kenaikan sebesar 14,83% dari sebelumnya sebesar Rp1,36 triliun menjadi Rp1,56 triliun.

Pendapatan jasa juga tercatat naik dari sebelumnya sebesar Rp7,08 miliar menjadi Rp7,39 miliar hingga semester pertama tahun 2022. Sementara itu, penjualan eceran perseroan tercatat turun tipis 0,50% menjadi Rp2,18 triliun dari sebelumnya Rp2,19 triliun.

Selain itu, penjualan saat lebaran juga sukses mendukung pencapaian EBITDA sebesar Rp1,3 triliun dalam enam bulan pertama tahun 2022, atau setara dengan EBITDA tahun penuh 2021.

Didukung oleh tren penjualan bulan Juli yang kuat, perseroan pun meningkatkan panduan EBITDA 2022 dari sebelumnya sebessar Rp2 triliun menjadi Rp2,1 triliun, dan menargetkan pertumbuhan dua digit atas penjualan dan laba bersih untuk tahun 2023.

"Sejalan dengan itu, kami juga meningkatkan proyeksi dividen setahun penuh menjadi Rp525 per saham atau lebih dengan pembayaran setiap tahun," kata CEO LPPF Terry O' Connor dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (23/7/2022).

Dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan turun 7,4% dari Rp1,29 triliun menjadi Rp1,19 triliun hingga semester I 2022. Beban usaha LPPF juga susut dari sebelumnya sebesar Rp1,55 triliun menjadi Rp1,43 triliun.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Hingga akhir Juni 2022, total nilai aset perseroan turun menjadi Rp5,23 triliun dari sebelumnya sebesar Rp5,85 triliun pada Desember 2021. Kemudian, total liabilitas naik menjadi Rp4,85 triliun dari sebelumnya sebesar Rp4,84 triliun, sedangkan ekuitas perseroan turun menjadi Rp378,82 miliar dari sebelumnya sebesar Rp1 triliun.

Di sepanjang semester I 2022, LPPF membuka gerai dengan konsep baru di Mal Taman Anggrek Jakarta dan meluncurkan kembali gerai Karawaci dengan konsep baru dan modern pada 8 Juli 2022. Perseroan berencana akan semakin mempercepat rencana pembukaan gerai, yaitu delapan gerai baru pada paruh kedua tahun ini, dengan enam gerai di antaranya telah memperoleh kepastian kontrak, yaitu di Tangerang, Gowa. Bondowoso Jawa Timur. Semarang, Kendari, dan Bontang.

Rangkaian pembukaan ini akan melengkapi jumlah gerai secara nasional menjadi 148 pada akhir tahun 2022. Saat ini, perseroan sedang mengembangkan rencana pembukaan jaringan di tahun 2023 yang terdiri dari 12-15 gerai dan yakin akan pertumbuhan lebih lanjut di masa depan.

Terry mengatakan, perseroan akan terus fokus pada peningkatan penawaran produk kepada pelanggan, keunggulan operasional, kecermatan dalam biaya demi mendorong kinerja yang unggul sambil meningkatkan kemampuan karyawan perseroan, dan mengelola bisnis dan sumber daya dengan cara yang paling berkelanjutan.

"Sebagai cerminan dari kepercayaan diri kami pada bisnis inti kami, kami tidak memiliki rencana akuisisi atau investasi dan ini akan membantu kami mencapai pertumbuhan dua digit atas penjualan dan laba di tahun depan," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini