Sementara itu, diketahui sepanjang 2021, Totalindo memperoleh kontrak baru sebesar Rp303 Miliar. Dari sisi kinerja keuangan, secara umum pendapatan tumbuh sebesar 90% menjadi Rp606,43 Miliar dibanding tahun 2020 sebesar Rp319,67 Miliar.
Di tahun buku 2021 Totalindo mencatat laba bersih sebesar Rp1,4 Miliar di mana dalam RUPST ini, Pemegang Saham telah menyetujui penggunaan laba bersih dimasukkan dan dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja Perseroan.
Wakil direktur utama Salomo Sihombing mengatakan bahwa ditengah pemulihan terbatas sektor properti dan konstruksi selama tahun 2021, Perseroan telah melakukan sejumlah upaya untuk mempertahankan usaha yang berkelanjutan.
"Perseroan tetap fokus pada pengerjaan konstruksi gedung bertingkat (high rise building) yang merupakan keahlian utama. Namun, Totalindo tetap melakukan diversifikasi usaha dengan mengerjakan tipe proyek lainnya seperti rumah sakit dan bangunan industri" ujarnya.
Sampai dengan saat ini, Totalindo mengerjakan 29 proyek yang berasal dari proyek carry over dari tahun- tahun sebelumnya dan perolehan kontrak baru di tahun 2022. Perolehan kontrak baru Totalindo hingga 25 Juli 2022 sebanyak 13 proyek dengan total nilai kontrak baru sebesar Rp898 Miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.