Share

Intip Oleh-Oleh Presiden Jokowi dari China, Jepang hingga Korea Selatan

Rizky Fauzan, MNC Portal · Sabtu 30 Juli 2022 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 30 320 2639096 intip-oleh-oleh-presiden-jokowi-dari-china-jepang-hingga-korea-selatan-1Cpam6dZLw.jpg Pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Presiden Jokowi merampungkan kunjungan kerja ke tiga negara di Asia Timur, China, Jepang dan Korea Selatan. Di mana agenda pertama Kepala Negara bertemu Presiden Xi Jinping.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, yang turut mendampingi Jokowi dalam pertemuan itu menyampaikan China berkomitmen meningkatkan kerja sama ekonomi hijau. Bentuk kerja samanya antara lain lewat pembangunan Green Industrial Park di Kalimantan Utara, pun peningkatan impor produk pertanian Indonesia.

Hasil Pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Xi Jinping juga memastikan sejumlah kesepakatan lain yaitu:

1. Pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) Sinergi Poros Maritim Dunia dan Belt Road Initiative

2. MoU Kerja sama Pengembangan dan Penelitian Vaksin dan Genomika

3. MoU mengenai Pembangunan Hijau

4. Pengaturan Kerja sama Kelautan

5. Protokol mengenai ekspor nanas Indonesia

6. Pengaturan Kerja Sama Pertukaran Informasi dan Penegakan Pelanggaran Kepabeanan

7. Rencana Aksi Kerja Sama Pengembangan Kapasitas Keamanan Siber dan Teknologi

Baca Juga: Realisasi Investasi di Indonesia Timur Meroket, Kualitas SDM di Daerah Jadi Tantangan

China juga akan kembali membuka akses pasar untuk minyak sawit, produk perikanan, produk pertanian. Selain itu, memberikan investasi pada bidang industri hijau, kendaraan listrik dan baterainya, infrastruktur, digital, serta logistik.

*RRC adalah mitra strategis komprehensif Indonesia. Kita harus mengisi kemitraan tersebut dengan kerja sama yang menguntungkan untuk negara kita, dan sekaligus untuk kawasan dan dunia,” kata Jokowi dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden, Sabtu (30/7/2022).

Setelah berkunjung ke China, Jokowi bertolak ke Jepang pada Rabu, 27 Juli 2022. Dalam lawatannya ke Jepang, Jokowi bertemu dengan Perdana Menteri Fumio Kishida.

Baca Juga: Jokowi-Presiden Korsel Sepakat Buka Akses Pasar dan Atasi Hambatan Perdagangan

Hasil Pertemuan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Fumio Kishida memastikan sejumlah kesepakatan di antaranya:

Dari segi ekonomi, Jepang menyatakan kesiapan mereka untuk meminjamkan dana senilai 43,6 miliar yen atau Rp4,7 triliun kepada Indonesia untuk membangun proyek infrastruktur.

Selain itu, Jokowi sempat meminta Jepang untuk mendukung penurunan tarif beberapa produk ekspor RI, seperti tuna, pisang, nanas. Jokowi juga meminta akses pasar untuk produk mangga dari Indonesia.

Jokowi dan Kishida juga sepakat mempercepat penyelesaian proyek pembangunan kerja sama kedua negara di Indonesia. Beberapa proyek itu antara lain MRT Jakarta North-South Fase II dan East-West Fase I, Kawasan Industri Papua Barat, pun perluasan Pelabuhan Patimban dan Jalan Tol Akses Patimban.

Kedua negara membahas kerjasama ekonomi di bidang perdagangan, terutama upaya meningkatkan kerjasama perdagangan bilateral.

"Kita sepakat akan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi antara kedua negara," ungkap Jokowi, seusai beberapa acara pertemuan tersebut, dikutip dari keterangan tertulis Sabtu (30/7/2022).

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Adapun, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan, dalam kunjungan ke Jepang Jokowi banyak membahas isu ekonomi.

Pertama, Indonesia meminta adanya penyelesaian hambatan non tarif dan tarif terhadap produk ekspor dari Indonesia. Seperti pada ekspor tuna, pisang, nanas dan mangga.

"Presiden Jokowi secara spesifik meminta agar hambatan tarif dan non tarif terhadap beberapa ekspor Indonesia diatasi. Antara lain Presiden menyebutkan tuna, pisang dan nanas ini mengenai pengurangan tarif, dan juga mangga yang terkait dengan hambatan non tarif," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dikutip dari Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (30/7/2022).

Pasalnya, produk ekspor dari Indonesia ke Jepang seperti tuna masih dikenakan tarif 7%. Kemudian ekspor pisang dan nanas dari Indonesia ke Jepang dikenakan bea masuk 10%-20%.

Selanjutnya di bidang investasi, Jokowi meminta adanya kelanjutan kerjasama investasi antara Indonesia-Jepang. Selain itu proyek-proyek kerjasama dengan Jepang dapat diselesaikan tepat waktu dan kompetitif. Di bidang investasi, diantaranya Indonesia mampu membawa komitmen investasi US$5,2 miliar dari Jepang.

Ketiga, Indonesia berharap apabila protokol Indonesian-Japan Economic Partnersip agreement (IJEPA) dapat ditandatangani saat G20 November mendatang, hubungan perdagangan dan investasi kedua negara dapat terus ditingkatkan.

Keempat, kerjasama di bidang maritim telah disepakati kerjasama antara Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) dan Coast Guard.

Kelima, pertemuan Indonesia dengan Jepang juga membahas mengenai isu kawasan dan dunia. Retno mengatakan, Jepang menyampaikan penghargaan atas kepemimpinan Indonesia di kawasan. Jepang juga meyakini Indonesia mampu menjalankan kepemimpinan di ASEAN tahun depan.

"Dan Jepang juga sangat menghargai kepemimpinan Indonesia di G20. Perdana Menteri Jepang menyampaikan selamat atas keberhasilan Indonesia menyelenggarakan beberapa kali pertemuan. Termasuk pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan dengan hasil sangat baik," katanya.

Investasi IKN dari Korea Selatan

Setelah mengunjungi Jepang, Jokowi melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan pada Kamis, 28 Juli 2022. Di Korea Selatan, Jokowi bertemu dengan Presiden Yoon Suk Yeol.

Usai pertemuan tersebut, Yoon menegaskan kedua negara bertekad melanjutkan kerja sama pembuatan jet tempur KF-21 Boramae. Namun, Jokowi tak menyinggung sama sekali soal KF-21, jet buatan Korsel yang dalam produksinya bekerja sama dengan Indonesia.

Selain itu, Jokowi dan Yoon menandatangani amendemen nota kesepahaman (MoU) terkait pemindahan dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Jokowi menyatakan Indonesia dan Korsel telah memulai kerja sama dalam pengembangan IKN Nusantara. Beberapa kerja sama tersebut yakni sistem penyediaan air minum dan pembangunan capacity building.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa Korsel memberikan hibah pembangunan instalasi pemurnian air dengan kapasitas 300 liter per detik.

Korsel juga sepakat membantu pembangunan instalasi pengolahan limbah cair di IKN Nusantara.

Adapun, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, yang turut mendampingi Jokowi dalam kunjungan itu, mengatakan Hyundai Motor Group tertarik untuk berinvestasi di calon ibu kota baru RI tersebut. Hyundai juga berencana melakukan ekspansi mobil listrik dan RND di Indonesia.

Kementerian Investasi RI juga menandatangani MoU dengan perusahaan pembuat besi Korsel, POSCO. Bahlil mengklaim POSCO berminat untuk berinvestasi di IKN.

"Nilai keseluruhan investasi mencapai USD 6,37 miliar dan akan menyerap lebih dari 58 ribu tenaga kerja” tutur Presiden.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini