Share

Beras Bansos Dikubur, Bulog Sebut JNE Sudah Ganti dan Antar ke Warga Penerima

Suparjo Ramalan, iNews · Selasa 02 Agustus 2022 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 320 2640751 beras-bansos-dikubur-bulog-sebut-jne-sudah-ganti-dan-antar-ke-warga-penerima-pk7xeFPYNy.jpg Bulog Soal Temuan Beras Bansos Dikubur di Depok. (FOto: Okezone.com/Bulog)

JAKARTA - Bulog mengklaim bahwa JNE sebagai pihak ketiga transporter yang mengirim bantuan Presiden sudah mengganti beras yang rusak dan mengantarnya langsung ke warga penerima. Pernyataan ini menjawab temuan beras rusak yang dikubur di Depok.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal menerangkan, mengenai adanya pemberitaan beras yang rusak dengan ini disampaikan kronologisnya. Pada periode Mei-Juni 2020, pihak pengantar (JNE) akan mengirimkan beras kepada warga penerima bantuan beras Presiden, namun dalam perjalanannya ada kendala yang mengakibatkan beras tersebut mengalami sedikit kerusakan.

Pada saat itu juga, pihak ketiga (JNE) segera menghubungi Bulog untuk membeli beras pengganti agar segera diantar kepada warga penerima.

Baca Juga: Viral Beras Bansos Dikubur di Depok, Simak Lagi Kronologi Penemuannya

"Jadi pihak ketiga sudah menggantinya dengan beras berkualitas baik dan diterima dengan baik juga oleh seluruh warga penerima manfaat.

Sedangkan beras yang rusak tersebut menjadi tanggungjawab pihak ketiga, dan bukan lagi menjadi tanggungjawab Bulog," ujarnya, Selasa (2/8/2022).

Awaludin Iqbal mengatakan, untuk mempercepat penerimaan beras bantuan presiden tersebut, pihaknya bekerjasama dengan pihak lain sebagai transporter yang mengantarkan beras tersebut kepada warga penerima manfaat.

Baca Juga: Kemenko PMK : Beras Bansos yang Ditimbun di Depok Sudah Rusak dan Tidak Layak Konsumsi

“Dalam program tersebut tidak ada warga yang dirugikan, mengingat hasil evaluasi dan monitor yang dilakukan Bulog, termasuk peran pengantarnya pada saat itu berjalan baik sebagai mana mestinya,” kata Iqbal.

Dia juga menegaskan dalam setiap pengeluaran beras dari gudang, ada prosedur standar yang harus dilakukan dan tercatat secara pasti guna memastikan proses quality control betul-betul berjalan dengan baik. Deskripsi pelaksanaan tugas antara Bulog sebagai penyedia beras dan pihak ketiga sebagai transporter atau pengantar juga sudah jelas beban dan tanggungjawabnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

“Semuanya tercatat jelas. Setiap pengeluaran beras dari gudang ada dokumen serah terima barang yang menyebutkan beras diterima dalam kondisi baik, dan selanjutnya penyaluran beras tersebut menjadi tanggungjawab pihak transporter. Memang dalam proses pengangkutan terbuka kemungkinan terjadi gangguan-gangguan cuaca seperti hujan,kemasan pecah dan lainnya,” kata Iqbal.

Bulog sendiri sendiri bekeinginan mempercepat penyaluran beras bantuan presiden, mengingat kondisi di awal pandemi yang menimbulkan dampak cukup signifikan bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19, sehingga bekerja sama dengan pihak ketiga, termasuk PT SSI.

“Kerjasama ini bertujuan agar warga terkena dampak pandemi Covid-19 tetap tenang dan bisa melanjutkan aktivitas di rumah walau secara terbatas,” tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini