Share

Indonesia Bangun Badan Layanan Batu Bara, Apa Dampaknya?

Rizky Fauzan, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2022 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 320 2642047 indonesia-bangun-badan-layanan-batu-bara-apa-dampaknya-FGVaJg1cmz.jpg Batu bara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menanggapi soal wacana Badan penerapan Badan Layanan Umum (BLU) Batu Bara.

Kendati masih pada tahap wacana, dia menilai dampaknya sudah mulai terlihat.

Fahmy mengatakan bahwa saat ini banyak pengusaha tak lagi memasok batu bara ke PLN sesuai ketentuan pemenuhan stok domestik atau DMO.

 BACA JUGA:Badan Layanan Umum Dinilai Bisa Atasi Penyelewengan Batu Bara

Alhasil, pasokan batu bara ke PLN kembali seret.

"Sementara pasokan PLN semakin susut, yang berpotensi menyebabkan krisis batu bara PLN jilid kedua," kata Fahmi dalam keterangan tertulis, Kamis (4/8/2022).

Laporan PLN menunjukkan bahwa pemasok batu bara lebih memilih menahan pasokan batu bara ke PLN dibanding langsung menyuplainya.

Dia mengatakan alasannya karena pemasok baru mau mengirimkan, setelah sudah BLU Batu Bara terbentuk.

Melihat kondisi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus tegas memberikan sanksi larangan ekspor.

Selain itu, pemerintah perlu memberlakukan penghentian produksi bagi pengusaha batu bara yang membangkang terhadap ketentuan DMO.

Fahmy menjelaskan batu bara berbeda dengan sawit.

Di mana penerapan BLU Batu Bara disebut melanggar pasal 33 UUD 1945. Pasalnya, batu bara merupakan kekayaan alam yang dikuasai negara untuk sebesarnya kemakmuran rakyat.

"Sementara DMO batu bara merupakan implementasi pasal 33 UUD 1945. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah terkait batu bara seharusnya menjadi DMO Yes, BLU No," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini