Kemudian dana sebesar Rp16,11 miliar atau 34% digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja operasional yang semula adalah alokasi untuk belanja modal senilai Rp16,72 miliar atau 35%.
Selanjutnya dana senilai Rp14,22 miliar atau setara dengan 30% dari total hasil dana IPO itu digunakan untuk menutupi kebutuhan modal kerja dengan keterangan pembelian persediaan Voucher.
Sebelumnya, per 30 Juni 2022, Ultra Voucher melaporkan dana kotor dari hasil penawaran umum sebesar Rp50 miliar. Lalu dipotong biaya jasa penjaminan alias underwriting fee sebesar Rp2,59 miliar atau setara dengan 5,19%.
(Zuhirna Wulan Dilla)