JAKARTA - PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) membukukan laba bersih senilai Rp3,51 miliar. Laba SEMA lebih rendah 40,76% dari semester I/2021 sebanyak Rp5,93 miliar.
Ini mempengaruhi laba per saham dasar perseroan yang turun menjadi Rp2,64, dari sebelumnya Rp5,93.
Produsen panel, perakitan baterai listrik dan energi terbarukan ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp60,14 miliar di semester I/2022. Realisai itu turun 1,25% year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun 2021 senilai Rp60,90 miliar.
Mayoritas pemasukan SEMA berasal dari penjualan panel listrik mencapai Rp60,07 miliar, yang terdiri dari perangkat hubung bagi sebesar Rp37,48 miliar, dan komponen baterai lithium senilai Rp22,59 miliar. Sedangkan jasa instalasi menyerap pendapatan senilai Rp68,50 juta.
Seiring penurunan tersebut, beban pokok SEMA ikut menyusut 0,85% yoy menjadi Rp41,19 miliar. Di sisi lain, jumlah beban umum-adminstrasi justru membengkak 20,39% yoy menjadi Rp14,13 miliar, yang sebagian besar diserap oleh biaya gaji dan tunjuangan karyawan.
Neraca SEMA per 30 Juni 2022 menunjukkan ada kenaikan aset sebesar 17,93% mencapai Rp224,16 miliar, dari akhir 2021 sebanyak Rp190,07 miliar. Jumlah kewajiban pembayaran atau liabilitas menyusut 21,39% menjadi Rp88,53 miliar, sedangkan modal/ekuitas SEMA tumbuh 75,13% senilai Rp135,63 miliar.
Hingga akhir Juni 2022, arus kas bersih SEMA untuk aktivitas operasi mengalami defisit Rp62,62 miliar, sedangkan kas untuk pendanaan pulih menjadi Rp57,48 miliar. Adapun kas untuk investasi juga defisit Rp212,16 juta. Ketiga aspek tersebut membuat total kas dan setara kas SEMA di akhir periode menjadi defisit Rp550,21 juta.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.