Share

Investasi Saham atau Emas?

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 10 September 2022 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 09 622 2664408 investasi-saham-atau-emas-XqpL5Re4Pt.jfif Investasi Saham atau Emas? (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Setelah memenuhi tabungan bulanan dan dana darurat, sudah saatnya kita untuk mulai mengalokasikan dana yang kita miliki untuk berinvestasi. Produk investasi yang beragam, terkadang menyebabkan seorang investor mengalami kebingungan dalam menentukan jenis instrumen investasi serta memutuskan untuk berinvestasi pada satu atau lebih produk investasi.

Terdapat berbagai jenis produk investasi yang bisa ditransaksikan di pasar modal Indonesia. Beberapa di antaranya adalah saham, obligasi, dan produk-produk derivatif. Sementara, untuk produk investasi langsung dapat berupa emas, properti, dan penyertaan langsung seperti menanamkan modal ke perusahaan secara langsung.

Secara umum, investasi saham dan emas merupakan dua jenis produk investasi yang populer dan sering dimiliki oleh para investor. Kedua instrumen memiliki banyak perbedaan.

Baca Juga: Eksklusif di MotionTrade: Global Research AGCO Lengkapi Kebutuhan Riset Investor

Pertama, dari bentuknya, investasi saham memiliki bukti kepemilikan berbentuk digital, sedangkan investasi emas memiliki bentuk fisik yang bisa dilihat dan disentuh langsung. Kemudian dari segi kenaikan harga, pergerakan harga saham relatif stabil mengikuti inflasi dalam jangka panjang, meskipun tetap ada fluktuasi harga mengikuti harga komoditas emasdunia.

Sedangkan, pada investasi emas, kenaikan harga cenderung lebih lambat. Pergerakan harga emas cenderung mengalami peningkatan ketika keadaan ekonomi sedang tidak stabil atau menghadapi ketidakpastian.

Baca Juga: Investasi Dicicil Atau Sekaligus, Mana Yang Lebih Baik? Simak Ulasannya dalam IG Live MNC Asset X Ajaib Besok Sore!

Produk saham dan emas sama-sama memiliki karakteristik sebagai investasi jangka panjang. Keuntungan dari investasi saham dapat berasal dari capital gain maupun pembagian dividen oleh suatu perusahaan. Sedangkan keuntungan dari investasi emas didapatkan dari selisih harga jual dan harga beli.

Investasi saham bersifat aktif, sehingga investor saham perlu memantau kinerja perusahaan baik secara langsung dengan mencermati laporan keuangan perusahaan atau dengan membaca hasil riset yang dibuat analis efek di perusahaan sekuritas tempat membuka rekening saham. Sehingga dengan demikian, investor bisa menentukan kapan membeli atau menjual saham yang dimiliki.

Berbeda dengan investasi emas, investor emas cenderung tidak tidak mengambil sikap atas naik dan turunnya harga emas, dan cenderung hanya mengikuti perkembangan harga di pasar emas global. Saham dan emas sama-sama memiliki likuiditas yang tinggi atau mudah untuk diperjualbelikan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Saham diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui perantara perusahaan sekuritas. Perdagangan saham berlangsung setiap hari kerja sejak pagi hingga sore hari. Sementara emas bisa diperjualbelikan di berbagai gerai penjualan emas baik yang dikelola perusahaan tambang emas milik pemerintah, maupun perusahaan-perusahaan swasta.

Saat ini investasi emas juga banyak dilakukan secara online atau tidak dalam bentuk fisik. Sehingga tidak menyulitkan dalam menyimpan, membeli, dan menjual kembali emas tersebut. Ketika inflasi tergolong tinggi, hal ini tidak menutup kemungkinan berinvestasi saham bisa memberikan keuntungan yang besar. Namun, bisa jadi situasi ekonomi yang terus memburuk membuat harga saham umumnya akan turun, sebaliknya investasi emas justru akan menjadi alternatif untuk menyelamatkan aset keuangan.

Nah, setelah mengetahui karakteristik dari investasi saham dan emas, pilihlah investasi sesuai kebutuhan dan kondisi finansial para investor agar mendapatkan keuntungan yang diinginkan, dengan tetap melakukan analisis pada masing-masing risiko investasi.

TIM BEI

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini