Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bank Raksasa AS Goldman Sachs Bakal PHK Ratusan Pekerja Bulan Ini

Khairunnisa , Jurnalis-Selasa, 13 September 2022 |13:58 WIB
Bank Raksasa AS Goldman Sachs Bakal PHK Ratusan Pekerja Bulan Ini
Ilustrasi PHK. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Goldman Sachs yang merupakan bank besar di Amerika Serikat berencana untuk mengurangi ratusan pekerjanya pada bulan ini.

Hal ini menjadikannya perusahaan besar yang pertama di Wall Street dalam mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan pengeluaran di tengah jatuhnya volume transaksi.

Dilansir CNBC Internasional, Jakarta, Selasa (13/9/2022), Bank tersebut mengembalikan tradisi pengurangan karyawan tahunan, yang secara historis menargetkan antara 1% dan 5% dari karyawan yang berkinerja lebih rendah, pada posisi di seluruh perusahaan.

Di bawah kisaran, yang merupakan pemusnahan pekerjaan yang diharapkan, itu berarti beberapa ratus pemutusan hubungan kerja perusahaan di New York, yang memiliki 47.000 ribu karyawan pada pertengahan tahun.

 BACA JUGA:Daftar BUMN PHK Karyawan, Ada Garuda Indonesia dengan Utang Selangit

Goldman tidak mungkin menjadi satu-satunya bank yang memangkas pekerja.

Sebelum pandemi, perusahaan-perusahaan Wall Street biasanya memberhentikan karyawan dengan kinerja terendah di bulan-bulan setelah Hari Buruh dan sebelum bonus dibayarkan.

Praktik ini dihentikan selama beberapa tahun terakhir di tengah ledakan perekrutan.

Goldman pun menolak mengomentari catatan tentang rencananya.

Waktu pemotongan dilaporkan sebelumnya oleh New York Times.

Pada bulan Juli, CNBC pertama kali melaporkan bahwa bank sedang melihat kembali ke tradisi tahunan pemutusan hubungan kerja akhir tahun.

Penurunan tajam dalam kegiatan perbankan investasi, terutama IPO dan penerbitan hutang sampah, menciptakan kondisi untuk PHK signifikan pertama di Wall Street sejak pandemi dimulai pada tahun 2020, CNBC melaporkan pada bulan Juni.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement