Sedangkan Indonesia menyerap 1,8 juta ton, disusul Jepang 1,3 juta ton, Filipina 0,6 juta ton, Bangladesh 0,5 juta ton, dan negara-negara lain di Asia Timur, Tenggara, Selatan serta Oseania.
Mulianto menargetkan volume produksi ITMG meningkat menjadi 17,5 - 18,8 juta ton di akhir tahun 2022, dengan volume penjualan ditargetkan sebesar 20,5 - 21,5 juta ton.
"Dari target volume penjualan tersebut, sebanyak 51% harga jualnya telah ditetapkan, 37% mengacu pada indeks harga batubara, sedangkan sisa 12% belum terjual," tandasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)