Share

Duh! 20% Bahan Baku Baterai Masih Impor

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 19 September 2022 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 19 320 2670529 duh-20-bahan-baku-baterai-masih-impor-xGoh3IE6Ka.jpg Bahan baku baterai listrik (Foto: Freepik)

JAKARTA - 20% bahan baku pembuatan baterai di Indonesia masih di impor. Holding BUMN Pertambangan MIND ID mencatat, produksi baterai ini digunakan untuk kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV).

Sementara itu, 80% bahan baku berupa nikel disediakan oleh PT Antam Tbk. Direktur Hubungan Kelembagaan Holding BUMN Pertambangan atau MIND ID, Dany Amrul Ichdan memastikan Antam mampu menyediakan nikel dalam jumlah besar.

Dia merinci bahan baku produksi baterai berasal dari manufakturing lain, misalnya lithium hydroxide. Kebutuhan bahan baku ini mencapai 70.000 ton per tahun. Hanya saja, lithium hydroxide masih di impor dari China, Chile, dan Australia.

Selain itu, ada grafit dengan kebutuhan mencapai 44.000 ton per tahun. Namun, masih diimpor dari dari China, Brazil, dan Mozambik.

"Ketiga ada mangan, sulfat, dan cobalt, itu besarnya masing-masing 12.000 ton per tahun kebutuhan kita, dan ini semua masih impor. Jadi 20% selain nikel itu kita semua masih impor," ungkap Dany saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Senin (19/9/2022).

Ke depan, lanjut Dany, pihaknya perlu menyusun roadmap atau peta jalan terkait kemandirian bahan baku baterai agar Indonesia tidak tergantung pada impor dari negara lain.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Walaupun hanya 20% jumlahnya apakah kita akan melakukan aksi korporasi untuk mengambil tambang lithium di luar negeri ataukah seperti apa ini, IBC sedang menyusun roadmap nyaman, paling tidak ketergantungan impor bisa kita kurangi dan juga kita bisa melihat masa depan IBC sebagai investment company," tuturnya.

PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) sebagai konsorsium BUMN nantinya memproduksi baterai untuk kendaraan listrik di Indonesia. IBC sendiri digadang-gadang mampu menjadi market leader di Asia Tenggara (ASEAN).

Adapun empat BUMN yang tergabung dalam IBC di antaranya, MIND ID, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam). Holding pertambangan tersebut memiliki mandat khusus untuk mengelola ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini