Share

BEI Ungkap Aksi Buyback Saham Tembus Rp7,6 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 278 2671160 bei-ungkap-aksi-buyback-saham-tembus-rp7-6-triliun-Guis6WeLH2.jpg Aksi korporasi buyback saham masih ramai (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap nilai buyback saham capai sebesar Rp7,6 triliun. Aksi korporasi berupa pembelian kembali saham di pasar atau buyback saham di paruh kedua tahun ini masih akan ramai dilakukan.

Beberapa emiten tersebut bahkan menyiapkan dana jumbo untuk buyback. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga 16 September 2022, terdapat 12 perusahaan tercatat yang tengah berada dalam periode buyback.

"Sebanyak 9 di antaranya telah melaksanakan buyback dengan total pelaksanaan buyback sebesar Rp1,7 triliun, atau 22,4% dari nilai rencana buyback," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, untuk realisasi pelaksanaan buyback sepanjang tahun 2022 adalah sebesar Rp7,6 triliun. Dimana angka tersebut setara dengan 24,86% dari total nilai rencana buyback. Sebagaimana diketahui, beberapa emiten tengah merancang dan menggelar buyback.

Sejumlah emiten tersebut bahkan telah beberapa kali memperpanjang masa buyback. Emiten batu bara PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) misalnya, melakukan perpanjangan masa pembelian saham untuk kelima kalinya hingga Desember 2022. Pekan lalu, ADRO mengumumkan perpanjangan waktu pembelian saham kembali senilai Rp4 triliun hingga 16 Desember 2022.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Selain Adaro, distributor iPhone PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) juga melakukan buyback atas 3 miliar sahamnya. ERAA mengalokasikan dana senilai Rp300 miliar untuk pembelian kembali 3 miliar saham tersebut. Selain dua emiten tersebut, emiten-emiten lain yang juga tengah melakukan buyback di antaranya PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), PT United Tractors Tbk. (UNTR), hingga PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).

Menurut analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto, tren buyback saham di kalangan emiten-emiten berkapitalisasi besar dinilai tetap minim dalam beberapa waktu ke depan. Dirinya mencatat harga saham-saham berkapitalisasi besar telah mendekati level normalnya.

“Untuk saat ini kami tidak melihat banyak saham big caps yang masih undervalue. Rata-rata sudah menguat mendekati harga wajarnya,” ujarnya.

Disampaikannya, aksi buyback hanya akan dilakukan emiten ketika terjadi penurunan harga yang cukup dalam. Aksi korporasi ini pun perlu diikuti dengan ketersediaan dana tidak terpakai (idle) dari masing-masing emiten.

“Kami melihat tren buyback tidak akan marak dalam waktu dekat. Yang lebih relevan saat ini adalah pembagian dividen karena rata-rata membukukan laba yang cukup kuat sejak tahun lalu,”ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini