Share

Laba Zyrexindo Mandiri (ZYRX) Melesat 134,4%, Ini Pemicunya

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Selasa 20 September 2022 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 20 278 2671166 laba-zyrexindo-mandiri-zyrx-melesat-134-4-ini-pemicunya-U0NXKwypM3.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Emiten perakitan laptop dan komputer, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) mencatatkan pertumbuhan laba mencapai 134,47% year on year (yoy) sebesar Rp8,11 miliar di semester I-2022.

Capaian itu melejit jika dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp3,46 miliar.

Hal itu membuat laba per saham dasar ZYRX tumbuh menjadi Rp6,09, dibandingkan semester pertama tahun 2021 sebanyak Rp2,95 dikutip dari laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/9/2022).

 BACA JUGA:Emiten Lo Kheng Hong ABMM Borong Saham GEMS Rp6,24 Triliun

Kenaikan laba dipicu dengan peningkatan omset ZYRX sebesar 30,56% yoy mencapai Rp107,92 miliar, dari paruh pertama tahun 2021 sebanyak Rp82,66 miliar.

Penjualan perangkat komputasi menjadi tulang punggung perseroan sebanyak Rp60,8 miliar, disusul produk IT, dan lain-lain, yang mayoritas diserap oleh entitas pihak ketiga.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Beban pokok ZYRX turut membengkak 33,03% yoy senilai Rp86,71 miliar, yang sebagian besar berasal dari kenaikan biaya pemakaian bahan baku, hingga upah langsung.

Kendati beban umum-administrasi menyusut, namun biaya penjualan dan pemasaran membesar 42,06%. Namun, perseroan mampu meraup pendapatan lainnya sebanyak Rp3,53 miliar.

Neraca ZYRX per 30 Juni 2022 menunjukkan ada kenaikan aset sebesar 42,50% senilai Rp395,56 miliar, dari akhir 2021 sebanyak Rp277,57 miliar.

Jumlah kewajiban pembayaran atau liabilitas perseroan membengkak 154,86% mencapai Rp197,64 miliar, sedangkan modal lebih rendah 1,05% senilai Rp197,91 miliar.

Hingga akhir Juni, arus kas operasi ZYRX dari pelanggan mencapai Rp178,39 miliar, yang sebagian besar dibayarkan untuk pemasok, penyelenggaraan kegiatan usaha, hingga biaya karyawan.

Adapun perseroan memakai dana Rp578,81 juta untuk aktivitas investasi, sedangkan kas bersih dari pendanaan yang digenggam mencapai Rp18,83 miliar. Alhasil, kas akhir periode yang disimpan senilai Rp17,53 miliar, lebih tinggi dari posisi kas di awal tahun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini