Share

Kompor Listrik Gratis, Warga Miskin Dapat Tambahan Daya

Rizky Fauzan, MNC Portal · Kamis 22 September 2022 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 22 320 2672469 kompor-listrik-gratis-warga-miskin-dapat-tambahan-daya-29F2SCD6fY.jpg Daya Listrik Penerima Kompor Listrik Gratis Bakal Ditambah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan program konversi kompor gas elpiji ke listrik untuk masyarakat miskin. Nantinya penerima kompor listrik akan mendapatkan meteran listrik tambahan.

Kepastian tambahan meteran listrik (Miniatur Circuit Breaker/MCB) gratis untuk masyarakat masih diuji coba oleh PT PLN (Persero).

Baca Juga: Perusahaan Orang Terkaya RI Garap Kompor Listrik, Hartono Bersaudara Makin Kaya Raya

"Kan lagi uji coba dulu, PLN yang uji coba. Nanti dilihat dari uji coba nanti dianalisa hasilnya," tutur Arifin saat ditemui di JCC Senayan, Rabu (21/9/2022).

PLN sedang melakukan uji klinis konversi kompor LPG 3 kilogram menjadi kompor listrik untuk pelanggan PLN. Targetnya kompor dapat disalurkan kepada 300.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di tahun 2022 ini.

Sebelumnya, Sekjen Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengungkapkan, paket kompor listrik diberikan kepada masyarakat yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Satu paket terdiri dari kompor listrik dua tungku, satu alat masak, dan satu MCB.

Baca Juga: Konversi LPG ke Kompor Listrik, Komisi VII Soroti Tagihan Tiap Bulan

"Jadi satu rumah itu dikasih satu paket, kompornya sendiri, alat masaknya sendiri, dayanya dinaikkan (menggunakan MCB),” kata Rida usai menghadiri Rapat Banggar di Kompleks Parlemen.

Kendati begitu, dia menyebutkan bahwa harga paket tersebut kemungkinan mengalami perubahan. Pasalnya, ada usulan agar salah satu tungku dinaikkan dayanya, dari sebelumnya 800 VA menjadi 1.000 VA lebih.

Dengan demikian, masyarakat miskin dengan daya listrik 450 VA atau 900 VA tidak akan terbebani karena menggunakan kompor listrik. Namun, Rida belum bisa memastikan berapa perubahan daya listriknya.

“Rp 1,8 juta itu rencana awal dengan dua tungku yang sama kapasitasnya. Cuma sekarang masih uji coba, ada usulan yang satu tungkunya diubah lebih gede. Nah masih dikalkulasi berapa harganya, harusnya kan nggak Rp 1,8 juta lagi, pasti lebih naik Rp 2 juta lah,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini