Share

Dana Perlindungan Investor Tembus Rp260 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 26 September 2022 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 278 2675059 dana-perlindungan-investor-tembus-rp260-miliar-kcQYZuqbBW.JPG Ilustrasi dana perlindungan investor. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF) melaporkan nilai Dana Perlindungan Pemodal (DPP) senilai Rp260 miliar per Agustus 2022.

"Jadi setelah 9 tahun lalu kami dapat izin dari OJK, alhamdulillah per Agustus kemarin 2022, jumlah DPP atau dana perlindungan pemodal sudah mencapai Rp260 miliar,” kata Direktur Utama Indonesia SIPF, Narotama Aryanto dikutip Harian Neraca pada Senin (26/9/2022).

Dia menjelaskan nilai tersebut digunakan melindungi aset yang tercover Rp6.000 triliun dari 5,48 juta investor pasar modal.

 BACA JUGA:Sektor Pertanian Berkontribusi Besar ke Ekonomi Kuartal II-2022

Dia menambahkan, Indonesia SIPF memiliki dana cadangan ganti rugi pemodal atau CGRP sebesar Rp150 miliar.

"Kami memiliki dana cadangan ganti rugi pemodal atau CGRP, saat ini jumlahnya sebesar Rp150 miliar,” ucapnya.

Adapun hingga Agustus 2022, dana kelolaan Indonesia SIPF mencapai Rp 410 miliar atau meningkat 10,2% dari 2021.

“Sampai dengan Agustus 2022, dana kelolaan kami sudah mencapai Rp410 miliar, atau naik 10,2% dari 2021 sebelumnya,” bebernya.

Untuk dana batas maksimal ganti rugi saat ini meningkat menjadi Rp 200 juta per modal dan Rp100 miliar per kustodian.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sebelumnya, Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF) atau lembaga perlindungan investor pasar modal ini menghadirkan program Investor Protection Month. Tujuan program tersebut dilakukan untuk edukasi, awareness, dan sinergi terkait perlindungan investor.

Dia menjelaskan program tersebut dilatarbelakangi oleh maraknya kasus investasi bodong di masyarakat, sehingga sangat dibutuhkan edukasi terkait perlindungan investor secara menyeluruh oleh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia.

"Jadi setiap September ini kami peringati hari jadinya SIPF, di tahun lalu kita lakukan kegiatan animonya sangat positif, makanya dibuat campaign IPM atau Investor Protection Month,” katanya.

Dia berharap ke depannya, Indonesia SIPF akan menghadirkan IPM secara berkelanjutan. Hal ini seiring Otoritas Jasa Keuangan juga sangat mendukung kegiatan yang diselenggarakan Indonesia SIPF. Adapun tujuan IPM ini untuk edukasi, awareness dan sinergi.

“Memberikan seluas-luasnya edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana seharusnya investasi yang aman dan terpercaya. Meningkatkan awareness pelaku pasar modal terhadap keberadaan lembaga perlindungan investor serta dapat memahami peran dan fungsinya di pasar modal Indonesia,” jelasnya.

Diketahui, tujuan IPM ini untuk sinergi, yakni menjalin kerja sama dengan stakeholder pasar modal, khususnya OJK dan SRO. Sehingga sinergi yang terjalin antar pihak ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

"Jadi, 11 September 2013 resmi beroperasi menyelenggarakan perlindungan modal, diberikan izin OJK pada 2012. Kami sedang koordinasi dengan OJK untuk memperluas perlindungan,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini