Share

BI Dukung BUMN Diversifikasi Utang RI dengan Mata Uang Selain Dolar

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 320 2679016 bi-dukung-bumn-diversifikasi-utang-ri-dengan-mata-uang-selain-dolar-32JDsc7cIa.JPG Bank Indonesia. (Foto: BI)

BALI - Bank Indonesia (BI) mendukung wacana diversifikasi Utang Luar Negeri (ULN) dalam mata uang selain dolar. Hal ini seiring dengan pelemahan Rupiah dikhawatirkan berdampak pada ULN.

"Utang swasta banyak yang jangka panjang dan juga di hedging, tapi kalau BUMN ingin diversifikasi itu langkah bagus," ucapnya di Bali, Minggu (2/10/2022).

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mencatat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS memang berpotensi berdampak pada kinerja PLN dan Pertamina.

 BACA JUGA:Pelemahan Rupiah Ancam Utang Perusahaan Swasta?

"Terkait mengenai hedging, memang dua BUMN yang memiliki posisi yang kalau terjadi depresiasi itu menyebabkan adanya potensi effect losses itu adalah Pertamina dan juga PLN, sebagai dua BUMN yang memang memiliki posisi kewajiban dalam US dolar memang cukup tinggi," ungkap Pahala.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Senada, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko menilai meningkatkan dolar AS memungkinkan pemerintah akan mencari mata uang baru, di luar dolar.

Alasan lain adalah karena Rupiah masih cukup kuat terhadap mata uang asing lain seperti Yen dan euro.

"Jadi pemikiran buat kita apakah memang kita juga mulai mencari sumber pendanaan dari currency lain," kata Tiko.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini