Share

BI Sebut Pengelolaan Utang RI Sekarang Lebih Baik Dibanding 1998, Ini Alasannya

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Minggu 02 Oktober 2022 08:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 02 320 2679019 bi-sebut-pengelolaan-utang-ri-sekarang-lebih-baik-dibanding-1998-ini-alasannya-QvFDMBqb1C.jpg Rupiah. (Foto: Freepik)

BALI - Nilai tukar rupiah belakangan ini mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah pada perdagangan Jumat sore ditutup di level Rp15.227 per USD.

Melemahnya rupiah dikhawatirkan berdampak pada Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), Posisi ULN Indonesia pada akhir Juli 2022 tercatat sebesar USD400,4 miliar.

 BACA JUGA:Jadi Isu Sensitif, BI: Ada Akun Robot Bahas soal Utang di Medsos

Terkait ULN, Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono memastikan bahwa utang Indonesia aman meskipun Rupiah mengalami pelemahan.

Dia menyebut porsi ULN yang ada saat ini lebih banyak utang jangka panjang.

"Utang kita aman, utang pemerintah aman, statistik utang kita aman, jangka panjang jauh lebih aman dari pada utang jangka pendek," kata Erwin di Bali, Minggu (2/10/2022).

Menurutnya, pengelolaan utang Indonesia saat ini jauh lebih baik. Sebagai gambaran, pada krisis 1998 pemerintah tidak memiliki catatan yang jelas mengenai porsi utang.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"1998 waktu krisis kita bahkan tidak tau utang kita berapa, porsi utang kita berapa, statistik kita sekarang lebih baik, posisi ULN kita aman," imbuh dia.

Di sisi lain, lanjutnya, saat ini sudah banyak perusaahaan swasta yang melakukan lindung nilai (hedging).

Berdasarkan ketentuan, BI mewajibkan hedging paling sedikit 25% antara aset valuta asing minum kewajiban valas bagi ULN korporasi. Tak cuma itu, sebelum mengantongi ULN, korporasi juga harus mendapatkan peringkat minimum double B minus (BB-) dari lembaga pemeringkat kredit.

"Hedging dibanding dulu sudah ada dan kita sudah punya ketentuan di swasta pemerintah juga gitu, kita sangat hati-hati ini yang harus disampaikan karena isu utang sering dipolitisi," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini