Share

Sumber Tani (STAA) Akuisisi 2 Perusahaan Sawit

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 278 2680445 sumber-tani-staa-akuisisi-2-perusahaan-sawit-mWoEY5Yywn.jpeg STAA akuisisi dua perusahaan sawit (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mengakuisisi dua perusahaan perkebunan sawit yakni, PT Hanuraba Sawit Kencana (HSK) dan PT Sawit Agro Lestari. HSK dibeli senilai Rp256 miliar dan PT Sawit Agro Lestari senilai Rp50 miliar

Kedua perusahaan tersebut tidak memiliki afiliasi dengan perseroan. Pengambilalihan ini melalui anak usaha perseroan yakni PT Transpacific Agro Oils and Fats (TPAI) dan PT Madina Agrolestari (MAL) dengan membeli sebanyak 87.644 lembar saham atau 100% kepemilikan pada HSK milik pengendali lamanya, Sumatera Plantations Pte Ltd dan PT Bio Permai.

Sedangkan jumlah saham Sawit Agro Lestari yang dilepas sebanyak 52.320 lembar atau 100% dari penjual yang sama. Untuk diketahui, HSK merupakan perkebunan kelapa sawit seluas 3.072 Hektar yang beroperasi sejak 2009 di Desa Manggar Jaya, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kegiatan utama perusahaan ini meliputi pengelolaan kebun inti dan plasma Kelapa Sawit dengan produk utama Tandan Buah Segar (FFB).

Di paruh pertama 2022, Sumber Tani Agung mencatatkan laba bersih sebesar Rp632 miliar. Jumlah tersebut meningkat sebesar 76,5% dari laba bersih di semester I/2021 sebesar Rp358 miliar. Sementara itu, pendapatan usaha STAA tercatat sebesar Rp2,98 triliun, meningkat sebesar 17,8% dari pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp2,53 triliun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

STAA juga mampu meningkatkan pencapaian laba kotor menjadi sebesar Rp1,1triliun, 10,7% dari laba kotor semester I/2021 sebesar Rp994 miliar. STAA juga mampu meningkatan profitabilitasnya pada semester ini, dengan mencetak laba usaha Rp971 miliar, meningkat sebesar 52,1% dari perolehan semester I/2021 sebesar Rp638 miliar. Kinerja positif selama tahun 2022 didukung oleh peningkatan porsi TBS internal yang diproses perseroan dibanding dengan tahun lalu.

TBS internal memberikan margin yang jauh lebih tinggi sehingga perusahaan sangat fokus terhadap pertumbuhan TBS internal melalui praktik manajemen kebun yang baik. Perseroan akan senantiasa mempertahankan konsistensi marjin baik dari TBS internal maupun eksternal sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan profitabilitas. Edward Wijaya, Deputy Chief Financial Officer) STAA menyampaikan bahwa perseroan mampu menjaga marjin profitabilitas perseroan dengan efektif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini