Share

Dirut PLN: Bangun Proyek Listrik di Daerah 3T untuk Keadilan

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 05 Oktober 2022 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 320 2681100 dirut-pln-bangun-proyek-listrik-di-daerah-3t-untuk-keadilan-5ftJRMfS8R.jpg Listrik PLN (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengatakan pemberian PMN (penyertaan modal negara) yang didapatkan perseoran Rp10 triliun tahun 2023 bakal digunakan untuk membangun infrastruktur jaringan kelistrikan di daerah 3T (terluar, tertinggal, terdepan).

Menurutnya saat ini masih banyak daerah pelosok di Indonesia yang belum mendapatkan aliran listrik. Hal itu disebabkan biaya yang cukup mahal, ongkos produksi yang besar dan secara komersial kurang menguntungkan karena daya beli masyarakat setempat.

"Sehingga secara ke ekonomian menjadi tidak masuk, tetapi karena ada sila ke 5, yaitu keadilan sosial seluruh saudara kita selah ada kemerdekaan berhak menikmati pembangunan," ujarnya dalam Market Review IDXChanel, Rabu (5/10/2022).

Menurutnya biaya penyambungan listrik di kota dengan di desa punya biaya yang cukup jauh berbeda. Jika di kota karena infrastruktur jalan sudah ada, transmisi juga sudah siap, gardu induk hingga ritel juga sudah ada maka biaya dan pembangunannya bisa lebih mudah dan murah.

Tetapi kalau di daerah menurut Darwan perlu perjuangan yang lebih, bahkan dimulai sejak saat survei. Melewati hutan hingga sungai ketika sampai di satu daerah jumlah populasinya hanya sedikit.

"Dalam membangun infrastruktur tenaga listrik, kalau berbicara komersial listrik di desa tidak akan nyambung," kata Darmawan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dengan adanya suntikan modal pada tahun 2023 sebesar Rp10 triliun ini diharapkan bisa membangun jaringan listrik di Indonesia yang lebih luas lagi. Karena berbicara listrik menjadi alat peradaban untuk masyarakat.

Ketika listrik tidak ada, maka akses pendidikan hingga akses kesehatan masyarakat otomatis juga akan terganggu. Banyaknya potensi yang sebetulnya bisa dikembangkan pun tidak akan menjadi keuntungan jika listrik masih susah.

"Ini kami sebut sebagai kemiskinan yang terstruktur, kenapa miskin, mungkin darah itu kaya akan sumber daya alam, ada kerajinan yang punya potensi besar, ada potensi pariwisata yang luar biasa , tetap tanpa adanya listrik kan tidak mungkin itu bisa dikembangkan," kata Darmawan.

"PLN atas dukungan pemerintah, mendapatkan mandat dalam Kondisi apapun, walaupun dalam proses secara komersial tidak Visibel, terus tetap melistriki seluruh Indonesia," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini