Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terungkap! Jadi Driver Ojol Menggiurkan, Ada Pegawai BUMN hingga PNS Ikut-ikutan

Shelma Rachmahyanti , Jurnalis-Senin, 10 Oktober 2022 |09:46 WIB
Terungkap! Jadi <i>Driver</i> Ojol Menggiurkan, Ada Pegawai BUMN hingga PNS Ikut-ikutan
Driver Ojek Online (Foto: Okezone)
A
A
A

Pengguna jasa

Masyarakat pengguna jasa ojek online didominasi oleh pria (53 persen), pekerjaan sebagai karyawan swasta (35,40%) dan pendapatan per bulan terbanyak di bawah Rp 3 juta. Dari segi pengeluaran, kebanyakan menghabiskan kisaran Rp 10 ribu – Rp 25 ribu (51,41%) untuk pemesanan ojek online dan kurang dari Rp 25 ribu (41,47%) untuk transportasi lainnya. Kebanyakan masyarakat mengaku alasan menggunakan ojek online karena lebih praktis (37,29%) dan lebih cepat (32,28%).

Aplikasi yang paling sering digunakan adalah Gojek (59,13%), diikuti Grab (32,24 persen), Maxim (6,93%), InDriver (1,47%) dan lainnya (0,23%). Sistem pembayaran yang disukai cash dan uang elektronik (41,69%), uang elektronik (32,532%) dan cash (25,69%). Frekuensi menggunakan ojek online per minggu tervanyak 1 – 3 hari per minggu (50,24%).

Kebanyakan masyarakat menggunakan ojek online dari rumah (70,62%) ke tempat kerja (29,57%). Jarak tempuh terjauh 4 – 8 km (41,24%) dengan maksud menggunakannya untuk bekerja/bisnis (57,74%).

Masyarakat menyatakan tairf yang berlaku wajar (52,32%). Reaksi terhadap biaya jasa (tarif) terbaru memilih tetap menggunakan sebanyak 49,76% dan beraliha atau mengurangi frekuensi penggunaan 50,24%.

Mitra pengemudi

Sementara pengemudi dodominasi oleh pria (81%) dengan usia terbanyak 20 – 30 tahun (40,63%) serta lama bergabung menjadi pengemudi ojek online terbanyak kurang dari 1 tahun (39,38%). Status sebagai pekerjaan utama 54% dan sebagai pekerjaan sampingan 46%.

Pendapatan per hari pengemudi hampir sama dengan biaya operasionalnya. Terbanyak rata-rata pendapatan per hari Rp 50 ribu – Rp 100 ribu (50,10 persen) dan biaya operasional per hari terbanyak kisaran Rp 50 ribu – Rp 100 ribu (44,10%).

Banyaknya pesanan sebelum pemberlakuan tarif baru 5 – 10 kali (46,88%) dan sesudah pemberlakuan tarif kurang dari 5 kali (55,65%).

Pengemudi mengaku jarang mendapatkan bonus (52,08%) dari aplikator dan sebagian besar menyatakan tidak pernah (37,40%) mendapatkan bonus dari aplikator. Sementara untuk mendapatkan tip dari penumpang juga jarang (75,79%).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement