Share

Salim Group Masuk Bisnis Batu Bara Lewat BUMI, Yakin Untung?

Rizky Fauzan, MNC Portal · Selasa 11 Oktober 2022 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 11 278 2684671 salim-group-masuk-bisnis-batu-bara-lewat-bumi-yakin-untung-aGgDSJdfLQ.jpg Salim Group masuk bisnis batu bara (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Salim Group bakal merambah bisnis batu bara. Perusahaan milik miliarder Anthony Salim bakal masuk bisnis batu bara lewat pembelian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Mengenai aksi korporasi tersebut, BUMI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Selasa (11/10/2022). Dalam agenda ini, BUMI Resources meminta persetujuan para pemegang saham untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Dalam hal ini BUMI Resources akan menambah sahamnya sebesar 200 miliar saham biasa seri C dengan harga pelaksanaan Rp120 per saham atau setara Rp24 triliun.

Saham tersebut pun akan diserap oleh 2 perusahaan yang dikendalikan Salim Group yang berbasis di Hong Kong yakni Mach Energy Limited (MEL) dan Treasure Global Investements Limited (TGIL). Keduanya akan memiliki masing-masing kepemilikan 85% dan 15% saham yang dilepas BUMI Resources.

β€œMEL dan TGIL merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthony Salim dan merupakan perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha Salim,” tulis BUMI.

Pengamat Pasar Modal dan Founder Central Capital Wahyu Tri Laksono menanggapi terkait Salim Group masuk BUMI Resources melalui private placement.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Dia mengatakan bahwa sepanjang semester I/2022, BUMI mencatatkan pendapatan sebesar USD968,68 juta atau setara Rp14,45 triliun (kurs Rp14.925) meningkat 129,6% dari periode yang sama atau year-on-year (yoy). Pada semester I/2021, BUMI membukukan pendapatan sebesar USD421,86 juta atau setara Rp6,02 triliun (kurs Rp14.285).

Adapun laba bersih yang dicatatkan BUMI mencapai USD167,67 juta atau setara Rp2,5 triliun, meningkat 8.768% dari USD1,89 juta atau setara Rp27 miliar pada semester pertama 2021.

"Ini jelas sentimen positif bagi bumi resources," kata Wahyu saat dihubungi MNC Portal, Selasa (11/10/2022).

Di mengatakan bahwa sejak pandemi Covid-19 dan supply chain issues memicu booming komoditas global terutama di sektor energi kian menaik, termasuk batu bara.

"Walaupun saat ini terjadi koreksi harga dan potensi pelemahan demand terkait ancaman resesi global. Tapi tetap saja energi itu seksi. Buktinya OPEC sekarang malah mengurangi produksi dan memicu rebound oil. Eropa yang anti coal justru terpaksa ikut pakai coal juga sekarang," katanya.

Dia menilai, faktor utama kenaikan harga karena jarak atau gap antara permintaan batu bara dan pasokannya makin besar. Menurut dia, pasokan selalu statis atau bahkan menurun sementara permintaan makin besar di mana-mana.

"Nah, kalau Salim masuk ini adalah bagian dari respons terhadap potensi tersebut," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, BUMI berencana menerbitkan 200 miliar saham baru di harga Rp120 per saham. Artinya, jika pemegang saham setuju dengan aksi korporasi yang memberikan efek dilusi hingga 58,8% tersebut, BUMI bakal meraup dana segar hingga Rp24 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini