Perseroan juga mulai mencatatkan penjualan batu bara ke dalam negeri senilai USD51,036 juta, pendapatan ini di semester I 2021 tercatat nihil.
Walau beban pokok pendapatan dan beban langsung membengkak 120% menjadi USD132,97 juta, tapi laba kotor tetap melonjak 343% menjadi USD244,48 juta.
Hasil laba bersih itu menambah saldo belum ditentukan penggunaanya sebesar 42,1% menjadi USD445,53 juta. Pada gilirannya, aset ikut naik 23,3% dibanding akhir tahun 2021 menjadi USD1,078 miliar.
Di semester kedua 2022, perseroan akan menggenjot serapan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk mengejar target kenaikan produksi yang ditetapkan.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.