Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertamina Guyur Rp2,4 Triliun demi Proyek Pengembangan Balongan

Rizky Fauzan , Jurnalis-Rabu, 12 Oktober 2022 |17:52 WIB
Pertamina Guyur Rp2,4 Triliun demi Proyek Pengembangan Balongan
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Pengembangan industri petrokimia nasional melalui PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) Group, akan menjadi jawaban atas persoalan masih tingginya impor bahan petrokimia yang menjadi salah satu ganjalan bagi neraca perdagangan Indonesia.

Paling baru, perluasan kapasitas produksi PT Polytama Propindo, salah satu anak usaha TubanPetro, melalui proyek PP 2 Balongan, kini bergerak lebih maju.

Dalam RUPS Luar Biasa 2022 TubanPetro yang dilaksanakan pada Kamis (6/10), disepakati penerbitan saham baru (rights issue) senilai ekuivalen US$ 160 juta atau setara Rp2,44 triliun (kurs Rp15.300/USD) dengan dilakukan Penawaran Terbatas atas saham tersebut kepada PT Pertamina (Persero).

 BACA JUGA:Daftar Harga BBM Pertamina, Shell hingga Vivo Hari Ini, Ada yang Turun

RUPS Luar Biasa juga menyetujui untuk melakukan penambahan modal saham pada Polytama sebesar kurang lebih US$ 160 juta yang akan digunakan untuk pendanaan proyek PP 2 Balongan.

Sebagai informasi, untuk pengembangan PP 2 Balongan di Polytama diperkirakan dibutuhkan pendanaan hingga USD323,3 juta, dimana porsi ekuitas mencapai USD160 juta.

RUPS Luar Biasa TubanPetro 2022, merupakan tindak lanjut atas RUPS Luar Biasa Polytama pada 28 September 2022 yang menyepakati peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dengan cara menerbitkan saham baru (right issue) yang akan digunakan untuk pendanaan proyek PP 2 Balongan.

Direktur Utama TubanPetro, Sukriyanto, mengatakan bahwa pengembangan Polytama, sejalan dengan permintaan Presiden RI Joko Widodo terkait optimalisasi industri petrokimia untuk menekan kebutuhan impor dan untuk memenuhi kebutuhan permintaan biji plastik dalam negeri.

"Upaya tersebut merupakan langkah strategis dan menjadi peran perusahaan untuk semakin berkontribusi bagi negara," kata Sukriyanto dalam keterangan tertulis, Rabu (12/10/2022).

Dijelaskan, penambahan modal untuk perluasan pabrik Polytama, juga merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah bersama Pertamina untuk mendukung TubanPetro sebagai industri petrokimia nasional.

Dengan demikian, TubanPetro bisa dikembangkan menjadi industri petrokimia nasional terintegrasi.

Perluasan kapasitas produksi Polytama hingga dua kali lipat, lanjut Sukriyanto, diharapkan dapat mengurangi impor Polypropylene dengan meningkatkan produksi Polypropylene dalam negeri.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement