Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pertamina Guyur Rp2,4 Triliun demi Proyek Pengembangan Balongan

Rizky Fauzan , Jurnalis-Rabu, 12 Oktober 2022 |17:52 WIB
Pertamina Guyur Rp2,4 Triliun demi Proyek Pengembangan Balongan
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
A
A
A

Kemudian, memaksimalkan pemanfaatan produk Propylene dari kilang milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).

"Polytama akan memproduksi, memasarkan, dan mendistribusikan semua produk yang dihasilkan PP 2 Balongan," ucap Sukriyanto.

Saat ini, proyek PP 2 Balongan juga sudah menyelesaikan sejumlah tahapan. Dari sisi perizinan mulai perluasan usaha, lokasi, rekomendasi kesesuaian tata ruang daerah, dan rekomendasi tata guna tanah, sudah selesai.

Sedangkan untuk proses perizinan lain seperti lingkungan, rekomendasi andalalin, dan lokasi jetty (dermaga), masih dalam proses.

Setelah proses penambahan modal selesai, dilakukan penyusunan Front- End Engineering Design (FEED) yang ditargetkan akan tuntas dalam kurun waktu 6 bulan.

Setelah FEED tuntas, dilanjutkan tahap kontruksi. Dalam pelaksanaan pengembangan PP 2 Balongan, TubanPetro berkoordinasi dengan Subholding Pertamina, yaitu PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Sebagai tambahan informasi, pembebasan lahan untuk proyek ini juga sudah rampung 98%.

Pengembangan PP 2 Balongan ini juga sesuai dengan Head of Agreement (HOA) antara Kementerian Keuangan dan PT Pertamina (Persero) pada 15 Agustus 2018 tentang Pengembangan Industri Petrokimia Nasional dan Rencana Jangka Panjang (RJP), serta usulan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Perseroan Tahun 2022 yang telah disampaikan kepada para pemegang saham.

Sukriyanto menegaskan, TubanPetro berkomitmen penuh untuk mengelola proyek kilang petrokimia guna menurunkan impor produk turunan petrokimia.

"Semoga pengembangan Polytama melalui perluasan kapasitas produksi akan memberikan manfaat dan berjalan sesuai rencana, juga mampu menekan defisit neraca perdagangan," ucap Sukriyanto.

PP 2 Balongan Dilengkapi Proses Teknologi Terbaik

Perlu diketahui, Polytama sebelumnya sudah menunjuk Basell Poliolefine Italia S.r.l (LyondellBasell) sebagai penyedia lisensi teknologi proses polipropilena, yaitu spheripol untuk proyek Polipropilena Balongan (PP 2 Balongan). Polipropilena Balongan adalah proyek pembangunan Plant polipropilena ke-dua Polytama dengan kapasitas terpasang sebesar 300.000 MTPA.

"Teknologi proses polipropilena Spheripol dari LyondellBasell diakui merupakan salah satu teknologi proses terbaik yang cocok dan sesuai dengan target spesifikasi dan kualitas dari pasar yang ditargetkan oleh Polytama," tutur Sukriyanto.

Teknologi Spheripol adalah teknologi proses polipropilena terkemuka dengan kapasitas berlisensi lebih dari 30 juta ton. Teknologi Spheripol generasi ke-lima terbaru mencakup peningkatan proses yang semakin memaksimalkan efisiensi operasional

Plant akan mulai beroperasi menggunakan katalis Avant ZN. Pemegang lisensi baru dapat memanfaatkan keahlian in-house LyondellBasell dalam peningkatan produksi berkelanjutan, pengembangan produk, dan pengetahuan katalis.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement