Share

Tips Atur Keuangan Hadapi Ancaman Resesi 2023, Masyarakat Jangan Panik!

Fayha Afanin Ramadhanti, Okezone · Rabu 19 Oktober 2022 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 19 622 2690308 tips-atur-keuangan-hadapi-ancaman-resesi-2023-masyarakat-jangan-panik-pa0xZchYXJ.png Tips Atur Keuangan Hadapi Resesi 2023. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA – Ekonomi gelap di 2023 hingga terjadinya resesi membuat masyarakat khawatir. Bilapun hal tersebut terjadi di tahun depan, masyakarat tak perlu panik karena Indonesia sudah pernah melalui kejadi tersebut,

Menurut Perencana Keuangan Mike Rini Sutikno, resesi global memang membuat panik masyarakat. Namun tak perlu berlebih karena Indonesia sudah mengalami resesi selama 2 tahun berturut-turut, sejak 2020 atau awal Covid-19.

Baca Juga: Ancaman Resesi 2023, Jangan Panik Segera Siapkan 3 Rencana Ini

”Kita sebagai masyarakat harus paham akibatnya terhadap keuangan pribadi. Kalau panik tidak dapat mengidentifikasi, sakit, tidak siap,” katanya saat dihubungi Okezone, Rabu (19/10/2022).

Resesi kali ini terjadi karena situasi perang antara Rusia dan Ukraina yang tak kunjung selesai. Kemudian melonjaknya harga komoditas seperti minyak mentah.

"Jadi dampaknya tidak hanya terhadap negara Indonesia namun hampir seluruh dunia," tuturnya.

Baca Juga: Tips Biayai Anak Sampai Kuliah dengan 3 Metode Receh, Cuma Nabung Rp2.000

Resesi global memang meresahkan karena menyebabkan tingkat suku bunga di banyak negara naik. Lalu harga-harga barang meningkat, terjadi gelombang PHK, daya beli menurun, serta berdampak pada bisnis-bisnis, terutama UMKM.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Oleh karena itu, Mike menyarankan supaya masyarakat benar-benar mewaspadai kebutuhan jangka pendek. Kebutuhan jangka pendek yang rutin seperti listrik, telepon, dan sebagainya.

"Kita juga harus mempersiapkan dana untuk kebutuhan tidak rutin yang bisa saja terjadi seperti biaya berobat, kepala keluarga yang tiba-tiba meninggal, atau terjadinya bencana," ujarnya.

Sementara untuk saat ini, masyarakat harus segera melakukan penghematan. Cukup fokus pada kebutuhan, evaluasi gaya hidup, dan mempersiapkan emergency fund paling tidak sebesar 6-12 kali dari gaji/pengeluaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini