Elidawati menjelaskan, rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO tersebut, sekitar 13,4% akan digunakan Perseroan untuk melakukan pembayaran seluruh kewajiban keuangan Perseroan terkait dengan fasilitas Kredit Modal Kerja di PT Bank Raya Indonesia Tbk kemudian sekitar 47,79% untuk belanja modal ekspansi pembukaan toko baru dan sisanya 38,81% untuk modal kerja termasuk namun tidak terbatas untuk pembelian bahan baku dan bahan pendukung serta untuk membiayai kegiatan operasional Perseroan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bursa Efek Indonesia, OJK dan seluruh profesi penunjang atas segala dukungannya dalam proses IPO ini. Dengan hadirnya Perseroan sebagai pionir industri fesyen muslim/modest fashion di lantai Bursa, diharapkan dapat membangkitkan semangat industri fesyen tanah air untuk semakin maju, berkembang dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ucapnya.
Perseroan didirikan pada tanggal 16 April 2012 di Kota Bandung. Kegiatan Usaha yang dijalankan oleh Perseroan saat ini adalah aktivitas perusahaan holding dan aktivitas usaha perdagangan besar tekstil pakaian dan alas kaki, industri pakaian jadi, serta perdagangan eceran pakaian melalui Perusahaan Anak.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.