Share

Wow! Penetrasi Internet di Indonesia Meroket, Lebih Tinggi dari Ekonomi

Antara, Jurnalis · Jum'at 11 November 2022 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 11 320 2705742 wow-penetrasi-internet-di-indonesia-meroket-lebih-tinggi-dari-ekonomi-epzsnuTBHb.jpg Penetrasi Internet Indonesia Meroket. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Penetrasi internet di Indonesia tercatat tumbuh dua atau tiga kali lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi. Ekonomi Indonesia di kuartal III-2022 tumbuh 5,7%.

"Pada awalnya penetrasi internet di Indonesia sebenarnya masih sangat rendah, namun kini meningkat dengan laju pertumbuhan 15 persen hingga 20%," ucap Menkeu Sri Mulyani pada "4th Indonesia Fintech Summit - Moving Forward Together Day 2" yang dipantau secara daring di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat (11/11/2022).

Baca Juga: Hal Ini yang Akan Terjadi Jika Bumi Mengalami Kiamat Internet

Maka dari itu, perkembangan tersebut menjadi salah satu potensi ekonomi digital dan industri fintech untuk benar-benar terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selain penetrasi internet, perkiraan nilai ekonomi digital domestik yang sebesar USD133 miliar pada 2025 atau 30% dari Produk Domestik Bruto (PDB), juga menjadi potensi ekonomi digital dan industri fintech untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Tips Ampuh Atasi WiFi Lemot, Internetan Dijamin Langsung Lancar

Apalagi, lanjutnya, mayoritas penduduk Indonesia 53 - 55 persen merupakan generasi Z dan generasi milenial, yang secara alami mempelajari digitalisasi.

Menkeu menambahkan pandemi yang banyak mengubah atau memaksa masyarakat untuk beralih ke ekonomi digital, baik dari sisi permintaan maupun sisi penawaran turut menjadi potensi pengembangan ekonomi digital dan industri fintech.

Baca Juga: Hindari Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Penerbangan Jarak Jauh

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Dari sisi permintaan, kata dia, masyarakat merasa ingin menghindari kontak fisik sehingga mengunduh aplikasi untuk berbagai transaksi, mulai dari perbankan hingga untuk transaksi ritel. Sementara dari sisi penawaran, perusahaan besar maupun usaha kecil menengah pun perlu menempatkan produk di platform untuk terhubung dengan pasar.

"Indonesia ingin mendigitalkan usaha kecil menengah dengan target 50 persen, jika berbicara tentang 64 juta usaha kecil menengah. Itu benar-benar lompatan besar," ujar Sri Mulyani.

Dengan demikian Bendahara Negara tersebut mengatakan pemerintah terus menyediakan berbagai kebijakan yang diperlukan guna menumbuhkan kegiatan ekonomi berdasarkan fintech dan ekonomi digital.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini