Share

Luhut Pamer Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di B20 Summit

Iqbal Dwi Purnama, MNC Portal · Minggu 13 November 2022 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 13 320 2706534 luhut-pamer-indikator-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-di-b20-summit-R4mYlNrxMq.jpg Menko Luhut Pamer Indikator Pertumbuhan Ekonomi. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan indikator pertumbuhan ekonomi makro Indonesia yang masih yang terbaik dibandingkan negara anggota G20.

"Indikator Makro Ekonomi Indonesia juga termasuk yang terbaik di antara negara anggota G20," kata Luhut dalam pidatonya pada acara B20 Summit melalui kanal YouTube B20 Summit Indonesia, Minggu (13/11/2022).

Adapun beberapa indikator yang tumbuh positif pasca-pandemi Covid-19 dan dilanjutkan dengan ancaman resesi global akibat peningkatan inflasi yang tinggi dibeberapa negara.

Baca Juga: Sri Mulyani Akui Belanja Orang Kaya Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Pertama, dari realisasi investasi yang dikukur secara tahunan (yoy), pada pencatatan sejak Kuartal I hingga kuartal III realisasi investasi mencapai Rp892,4 triliun atau tumbuh 35,3% secara yoy pada periode Januari - September.

Sedangkan untuk realisasi ekspor, Luhut mengatakan Indonesia berhasil surplus selama 29 bulan berturut-turut. Hingga akhir 2022, pemerintah memproyeksikan ekspor Indonesia bisa menyentuh USD292 miliar.

Baca Juga: Menko Luhut: Ekonomi Indonesia Memiliki Kinerja Solid di Antara Negara Sebaya

"Tidak pernah terjadi dalam sejarah kita selalu surplus dalam 29 bulan terakhir, bahkan selama 19 tahun terkahir, jika anda melihat ekspor kita yang tertinggi dalam sejarah tahun lalu itu adalah USD232 miliar, tahun ini, kami yakin kami dapat mencapai sekitar USD293 miliar," kata Luhut

Selanjutnya untuk neraca transaksi berjalan, Luhut mengakui bahwa pada tahun 2019 sempat minus -2,71% terhadap GDP, namun pada kuartal II 2022 Indonesia mencatatkan dua surplus yakni neraca perdagangan dan neraca pembayaran Indonesia (NPI).

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Berdasarkan data Bank Indonesia, NPI pada kuartal II-2022 mencatat surplus sebesar USD2,4 miliar. Surplus NPI tersebut turut mendorong meningkatnya surplus transaksi berjalan atau current account menjadi USD3,9 miliar setara 1,14% terhadap produk domestik bruto (GDP) pada kuartal II 2022.

"Anda bisa lihat yang satu ini, pertumbuhan ekonomi, inflasi rendah, hingga utang pemerintah rendah, yang satu ini sangat penting disebut beberapa orang di negara ini berpikir bahwa mereka (Indonesia) punya banyak utang. Kami adalah salah satu negara dengan utang terendah di antara anggota negara G20," pungkas Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini