Share

Pasca-Gempa, Penyaluran BBM dan LPG di Cianjur Masih Normal

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Senin 21 November 2022 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 320 2711957 pasca-gempa-penyaluran-bbm-dan-lpg-di-cianjur-masih-normal-05j8Xe2xns.jpg Gempa 5,6 M di Cianjur. (Foto: Okezone.com/Tangkapan Layar)

JAKARTA - Gempa 5,6 M di Cianjur tidak berdampak pada operasional penyaluran BBM dan LPG. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan secara umum penyaluran BBM dan LPG berjalan normal pasca-gempa bumi, pukul 13.21 WIB dengan titik koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pada sarana dan fasilitas (sarfas) hingga lembaga penyalur BBM dan LPG di wilayah Regional Jawa Bagian Barat, khususnya Cianjur dan Sukabumi, serta di Jawa Barat secara umum," kata Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, Senin (21/11/2022).

Baca Juga: Help! Cianjur Kekurangan Tenaga Medis, Korban Tewas Akibat Gempa Terus Bertambah

Meski demikian, Pertamina mengimbau agar seluruh mitra lembaga penyalur dan konsumen tetap waspada. Kemudian terus mengikuti perkembangan informasi mengenai gempa dan dampaknya.

"Jika masyarakat membutuhkan informasi terkait produk dan layanan Pertamina, dapat menghubungi Call Center 135," ujarnya.

Baca Juga: Foto-Foto Bangunan dan Rumah Luluh Lantak Akibat Gempa Dahsyat Cianjur

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan sebaran pemukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terletak pada kawasan rawan bencana gempa bumi tinggi.

"Morfologi wilayah tersebut pada umumnya berupa dataran hingga dataran bergelombang, perbukitan bergelombang hingga terjal yang terletak pada bagian tenggara Gunung Gede," tulis keterangan resmi Badan Geologi dilansir Antara, di Jakarta, Senin (21/11//2022).

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Wilayah Kabupaten Cianjur secara umum tersusun oleh endapan kuarter berupa batuan rombakan gunung api muda (breksi gunung api, lava, tuff) dan aluvial sungai. Sebagian batuan rombakan gunung api muda tersebut telah mengalami pelapukan.

Endapan kuarter tersebut pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

Selain itu, pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan, berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme sumber dari BMKG dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif. Keberadaan sesar aktif tersebut hingga kini belum diketahui dengan baik karakteristiknya.

Menurut Badan Geologi, kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya sesar permukaan dan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini