JAKARTA - Emiten pengelola Rumah Sakit Mayapada milik taipan Dato Sri Tahir PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) mencatat rugi sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Pengelola Rumah Sakit (RS) Mayapada ini membukukan rugi Rp36,41 miliar, berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya di mana perseroan mencatat laba Rp222,02 miliar.
Di samping itu, pendapatan perseroan juga turun 9,35% menjadi Rp1,40 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp1,54 triliun. Berdasarkan laporan keuangan, mayoritas segmen pendapatan perseroan turun yakni, segmen rawat inap tercatat sebesar Rp501,47 miliar, obat-obatan tercatat sebesar Rp411,68 miliar, dan segmen poliklinik sebesar Rp195,13 miliar.
Kemudian, segmen laboratorium tercatat sebesar Rp190,70 miliar, radiologi mencatatkan pendapatan sebesar Rp85,63 miliar, hemodialisa tercatat sebesar Rp20,21 miliar, serta pemeriksaan medis sebesar Rp18,80 miliar. Adapun, perseroan mencatatkan diskon pasien sebesar Rp23,50 miliar.
Dari sisi pengeluaran, SRAJ mencatatkan beban langsung sebesar Rp987,81 miliar, naik dari sebelumnya sebesar Rp923,74 miliar. Beban penjualan tercatat sebesar Rp14,54 miliar, serta beban umum dan administrasi sebesar Rp391,94 miliar.
Per September 2022, total nilai aset SRAJ tercatat sebesar Rp4,79 triliun, turun 1,48% dari posisi akhir tahun lalu yang sebesar Rp4,87 triliun. Liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp2,90 triliun dan ekuitas sebesar Rp1,89 triliun.