Share

Penerapan IFRS 17 Berdampak Baik ke Industri Asuransi, Ini Penjelasannya

Antara, Jurnalis · Selasa 22 November 2022 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 320 2712540 penerapan-ifrs-17-berdampak-baik-ke-industri-asuransi-ini-penjelasannya-blDoyBI3Rg.JPG OJK. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerapan IFRS 17 akan berdampak baik bagi industri asuransi, terutama asuransi jiwa.

Diketahui, IFRS 17 adalah standar akuntansi keuangan yang dikeluarkan oleh International Financial Reporting System (IFRS) Board untuk mengatur perlakuan akuntansi yang disepakati secara internasional untuk kontrak asuransi. IFRS 17 akan menggantikan IFRS 4 yang sudah ditetapkan sejak 2004.

"Dari sisi regulator kami melihat penerapan IFRS 17 ini sangat baik bagi perusahaan asuransi itu sendiri maupun bagi industri asuransi," kata Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) 2A OJK Ahmad Nasrullah dalam webinar Insurance Outlook 2023 di Jakarta yang dikutip Antara, Selasa (22/11/2022).

 BACA JUGA:Ratusan Mahasiswanya Tertipu hingga Terjerat Pinjol, IPB Bakal Konsultasi ke OJK

Tercatat di Indonesia, IFRS 17 diterjemahkan menjadi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 74 tentang kontrak asuransi yang efektif akan dilaksanakan pada 1 Januari 2025.

Dia menyebut kalau penerapan standar itu akan memberi dampak baik lantaran seluruh standar akuntansi keuangan asuransi di Indonesia akan mengacu kepada standar internasional.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dengan begitu suatu industri asuransi bisa memiliki ukuran yang pas dan sehat, bisa memberikan pelayanan terbaik, berkompetisi secara sehat, serta lebih efisien.

Namun memang tak dapat dipungkiri awal implementasi IFRS 17 akan menjadi sedikit pil pahit bagi industri asuransi, terutama industri yang belum siap dengan penerapan standar tersebut.

Sehingga dia berharap seluruh industri asuransi bisa menyiapkan diri dalam sisa waktu dua tahun ini, bahkan apabila memungkinkan bisa menerapkan IFRS 17 lebih dini supaya bisa mengantisipasi risiko yang ada.

Di mana jika dditerapkan pada 2025, nantinya pada 2026 akan terlihat mana industri yang bisa bertahan, yang harus melakukan penggabungan (merger), yang harus diakuisisi, bahkan jika tidak kuat harus menutup usahanya akibat penerapan IFRS 17.

"Jadi ini konsekuensi yang harus kita terima, maka dari itu di awal kami ingatkan agar industri asuransi benar-benar siap karena ini sangat bagus di samping best practice yang sudah diterapkan di dunia internasional," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini