Terkait kinerja hingga akhir tahun, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp2,67 triliun, sementara laba bersih ditargetkan mencapai Rp45,22 miliar. Adapun, strategi yang dilakukan perseroan untuk mencapai target tersebut yakni, selain fokus pada pengembangan farma, INAF juga fokus pada pengembangan alat kesehatan dan herbal.
Perseroan akan mendorong penjualan alat kesehatan dengan berbagai mekanisme seperti skema trading melalui anak usaha PT Indofarma Global Medika, original equipment manufacturer (OEM), hingga Manufaktur.
Nantinya, produk alat kesehatan tersebut akan dipasarkan melalui kerja sama dengan rumah sakit (RS) baik milik pemerintah, swasta, dan klinik berupa skema kerjasama operasi (KSO) dalam hal pengadaan alat kesehatan yang memang padat modal dan teknologi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)