Share

G7 Sepakat Minyak Rusia Dibanderol USD60/Barel, Harga BBM Bakal Turun?

Agregasi VOA, Jurnalis · Minggu 04 Desember 2022 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 04 320 2720162 g7-sepakat-minyak-rusia-dibanderol-usd60-barel-harga-bbm-bakal-turun-CHJ7Ehwjh2.jpg Harga Minyak Rusia Dibanderol USD60/Barel. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dan Australia membuat kesepakatan untuk mematok batas harga minyak mentah Rusia sebesar USD0 per barel. Kesepakatan dicapai setelah anggota Uni Eropa berhasil memadamkan penolakan dari Polandia.

G7 dan Australia dalam pernyataannya menyampaikan batas harga akan berlaku pada 5 Desember atau segera sesudahnya.

Negara-negara tersebut mengantisipasi bahwa setiap revisi harga akan mencakup bentuk pengecualian untuk memungkinkan transaksi yang sesuai diselesaikan sebelum perubahan.

Baca Juga: Cegah Rusia Ambil Untung dari Ekspor Minyak, G7 dan Sekutu Sepakat Batasi Harga Minyak dari Rusia

"Koalisi Batas Harga juga dapat mempertimbangkan tindakan lebih lanjut untuk memastikan efektivitas batas harga," bunyi pernyataan itu, dikutip dari VOA, Minggu (4/12/2022).

Ide negara-negara di G7 ini bertujuan mengurangi pendapatan Rusia dari penjualan minyak. Kebijakan itu diharapkan juga akan mencegah lonjakan harga minyak global setelah embargo Uni Eropa terhadap minyak mentah Rusia mulai berlaku pada 5 Desember.

Warsawa telah menolak level harga minyak yang diusulkan karena masih melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyesuaian untuk menjaga batas bawah harga pasar. Hal itu mendorong dalam negosiasi Uni Eropa untuk mendapatkan batas harga serendah mungkin untuk menekan pendapatan ke Rusia dan membatasi kemampuan Moskow dalam membiayai perangnya di Ukraina.

Baca Juga: Harga Minyak Bergerak 2 Arah, Brent Dibanderol USD83/Barel

Sementara itu, Duta Besar Polandia untuk Uni Eropa, Andrzej Sados, mengatakan bahwa Polandia telah mendukung kesepakatan Uni Eropa, yang mencakup mekanisme untuk menjaga batas harga minyak setidaknya 5% di bawah harga pasar.

Pejabat AS mengatakan kesepakatan itu belum pernah terjadi sebelumnya dan menunjukkan tekad koalisi yang menentang perang Rusia.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Selain itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan batas harga akan secara signifikan mengurangi pendapatan Rusia.

"Ini akan membantu kami menstabilkan harga energi global, menguntungkan negara berkembang di seluruh dunia," kata von der Leyen.

Dia menambahkan bahwa batas tersebut akan disesuaikan dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan pasar.

Batas harga G7 akan memungkinkan negara-negara non-Uni Eropa untuk terus mengimpor minyak mentah Rusia melalui laut. Namun, akan melarang perusahaan pengiriman, asuransi, untuk menangani kargo minyak mentah Rusia di seluruh dunia, kecuali jika dijual kurang dari batas harga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini