Share

Saham Anjlok di Bawah Rp100, Bos Besar GOTO: Hal Lazim

Dinar Fitra Maghiszha, MNC Portal · Jum'at 09 Desember 2022 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 278 2723873 saham-anjlok-di-bawah-rp100-bos-besar-goto-hal-lazim-xF0ldqphPO.jpg Moment Gojek-Tokopedia Melantai di Bursa Efek Indonesia. (Foto: Okezone.com/GOTO)

JAKARTA - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melanjutkan pelemahan. Data pada perdagangan hari ini hingga pukul 13.29 WIB, saham emiten Gojek Tokopedia anjlok 7,00% atau menyentuh auto rejection bawah (ARB) di level Rp93.

Penurunan saham di akhir pekan menandai GOTO selalu berada di zona merah dalam 15 hari berturut-turut. Kondisi ini hadir terutama setelah periode lock-up perseroan berakhir pada 30 November lalu.

Presiden Grup GOTO Patrick Cao mengakui, setelah lock-up dibuka, sejumlah investor lama melakukan aksi jual untuk mencari keuntungan. Bagi Patrick, hal tersebut adalah wajar adanya.

Baca Juga: Gojek Tokopedia (GOTO) Private Placement 118,43 Miliar Saham

"Ini merupakan hal yang lazim bagi para pemegang saham untuk mencari likuiditas setelah periode loc-kup berakhir, apalagi jika mereka merupakan investor awal perusahaan," kata Patrick dalam paparan publik secara virtual, dikutip Jumat (9/12/2022).

Patrick meyakini masih terdapat investor yang bertahan dengan fundamental dan potensi bisnis GOTO ke depan, kendati performa saham tak sesuai harapan.

Baca Juga: Pengumuman! Gojek Tokopedia (GOTO) Cari Investor Baru

Selain karena kebutuhan likuiditas akhir tahun, terang Patrick, tekanan saham GOTO juga terjadi akibat sentimen makroekonomi dan pasar modal, terutama sejak lonjakan inflasi menghadirkan tren laju suku bunga, yang pada akhirnya membebani modal perusahaan sektor teknologi.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Tugas kami sebagai tim manajemen adalah memastikan untuk terus mengejar pertumbuhan yang berkualitas dan bekerja keras dalam memastikan operasional yang efisien untuk mempercepat profitabilitas," pungkasnya.

Secara historis, koreksi Jumat (9/12) membuat GOTO tertekan 72,48% dari harga penawaran umum perdana (IPO) di Rp338. Apabila dihitung dari level tertinggi yang pernah dicapai di Rp442, maka GOTO telah babak belur 78,95%.

Sedangkan jika dihitung dari harga penutupan di periode pembukaan lock-up pada 30 November, maka GOTO anjlok 38,41%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini