Kejadian tersebut lantas tidak membuat Popi putus asa. Dirinya terus berjuang hingga memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya dan pindah kerja di bidang asuransi.
Pada pekerjaan barunya ini, Popi menjabat sebagai Agency Director dan bisa mendapatkan gaji hingga Rp70 juta per bulannya.
"Saya berkarier di asuransi itu kan alhamdulillah sampai dengan 4 tahun. Dari tahun 2008 sampai 2012 saya menjadi agency director, pas waktu itu pendapatan saya Rp70 juta sebulan," ungkap Popi.
Dengan jumlah penghasilan per bulannya yang terbilang cukup fantastis tersebut, Popi bisa membeli rumah mewah dan mobil mahal. Namun karena mulai banyak mengikuti kajian, dirinya pun jadi dibuat ragu dengan pekerjaannya di sektor asuransi.
"2016 itu saya mulai datang ke kajian-kajian, mendengar bahwa asuransi itu haram. Tapi memang itu masih menjadi perdebatan ya, bahkan sampai sekarang, begitu," tegasnya.
Akhirnya, setelah berdiskusi panjang dengan orang tuanya dan bertanya kepada sejumlah tokoh, dia memutuskan untuk keluar.
Semua harta yang dibelinya dengan memakai uang hasil kerjanya di bidang asuransi dijual. Kemudian sisa uang sekitar Rp400 juta dibuat untuk membuka bisnis telur ayam.
Usaha tersebut dipilih Popi karena saat itu Pandemi Covid sedang naik-naiknya.
"Pandemi menginspirasi bisnis telur karena gencar-gencarnya bansos, paling gampang telur," ujarnya.
Dalam menyediakan pesanan dia dibantu oleh Ayah dan Adiknya.
Namun nyatanya, bisnis telurnya tersebut juga tidak semulus itu karena ada orang yang mengutang lalu tidak bayar sehingga dirinya harus sementara menutup toko dan merumahkan karyawannya.
"Tapi juga gak mudah, ada tantangan dan ujian. Misal ada orang yang utang, utang, dan utang lalu gak bayar," terangnya.
Sekali tidak menyerah, perlahan Popi kembali menata bisnisnya sampai akhirnya berkembang. Bahkan, dalam sehari dia bisa mendapatkan pesanan sampai 3-10 ton.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.