Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ke Abu Dhabi, Menteri ESDM Tekankan soal Percepatan Transisi Energi RI

Atikah Umiyani , Jurnalis-Senin, 16 Januari 2023 |12:24 WIB
Ke Abu Dhabi, Menteri ESDM Tekankan soal Percepatan Transisi Energi RI
Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menekankan bahwa percepatan proses transisi energi menjadi urgensi yang harus dipersiapkan tiap negara demi menekan emisi gas rumah kaca global serta menahan laju kenaikan suhu global.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri pertemuan the 13th Session of the Assembly of the International Renewable Energy Agency (IRENA) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sabtu, 14 Januari 2023.

"Ini langkah nyata untuk menuju Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat sekaligus sebagai dukungan Indonesia pada United Nations Climate Conference COP28 untuk memastikan program yang sudah berjalan sesuai dengan yang direncanakan," kata Arifin dikutip dari laman resmi esdm.go.id yang dipantau MNC Portal Indonesia, Senin (16/1/2023).

 BACA JUGA:Kementerian ESDM Buka Seleksi PPPK, Cek Syaratnya

Dia juga berkomitmen agar Indonesia mengakselerasi transisi energi hingga 2023.

Berbagai upaya sedang dilakukan mulai dari program percepatan pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), pengakhiran operasional lebih dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), cofiring biomassa pada PLTU, program mandatori biodiesel 30% dan pengembangan jaringan listrik supergrid.

Dia menambahkan Pemerintah Indonesia juga tengah menyiapkan beragam payung hukum untuk memberikan kepastian usaha yang kondusif di sektor EBT sehingga mampu meningkatkan utilisasi pengembangan industri EBT dan perekonomian nasional.

Dalam pertemuan itu, Arifin juga sempat menyinggung peran Asia Tenggara dalam mewujudkan percepatan transisi energi. Salah satu langkah agresif dilakukan melalui pengembangan inovasi teknologi rendah karbon dan pendanaan yang besar.

"Menurut laporan IRENA, pada 2050 ASEAN membutuhkan pembiayaan sebesar USD29,4 triliun termasuk untuk biaya bahan bakar, operasi, dan pemeliharaan serta skenario biaya pembiayaan dengan 100% energi terbarukan," imbuhnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement