“Kami juga meminta agar para karyawan dapat menjaga situasi kondusif serta mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) khususnya yang berkaitan dengan K3L, agar persoalan dapat segera diselesaikan sehingga hak-haknya terpenuhi dan kembali beraktivitas,” ucap Agus.
Menperin menegaskan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan GNI terkait penanganan kasus tersebut.
Perusahaan menyatakan tengah melakukan investigasi yang mendalam bersama dengan pihak berwajib dan mengusut tuntas seluruh kejadian yang menimbulkan kerugian.
Kemenperin juga meminta dukungan pemerintah Kabupaten Morowali Utara untuk segera memfasilitasi mediasi bagi semua pihak terkait dengan sebaik-baiknya, dan kepada aparat keamanan untuk penanganan hukumnya.
“Pemerintah meminta kepada semua pihak agar bersama-sama menjaga situasi yang kondusif. Hal ini juga untuk menjaga iklim investasi yang memberi manfaat bagi banyak pihak,” pungkas Menperin.
Sebagai informasi, pada Sabtu, 14 Januari 2023, terjadi bentrokan di area smelter PT Gunbuster Nickel Industri (GNI).
Dari bentrokan ini menyebabkan 2 pekerja lokal dan 1 tenaga kerja asing (TKA) tewas.
Selain 3 orang tewas, 3 orang pekerja juga dilaporkan mengalami luka-luka imbas bentrokan tersebut.
Kronologi bentrokan dipicu lantaran pihak keamanan perusahaan menahan sekitar 500 pekerja masuk ke dalam pos 4 pabrik smelter milik GNI.
Karena dihalangi masuk sehingga ratusan pekerja itu melempari dan merusak kantor security.
Kemudian mereka menerobos masuk di pos 4 lalu menuju ke mes karyawan dan membakar sebuah mes karyawan hingga rata dengan tanah.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.