Televisi HaberTurk juga menyiarkan operasi penyelamatan seorang anak laki-laki berusia enam tahun dari puing-puing rumahnya di Adiyaman.
Dia langsung diselimuti dan dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit. Seorang anggota tim SAR yang kelelahan melepas masker bedahnya dan menarik nafas dalam-dalam. Ada juga sekelompok perempuan terdengar menangis gembira.
Jaksa telah mulai mengumpulkan sampel bangunan untuk bukti-bukti yang akan digunakan dalam penuntutan. Gempa itu memang kuat tetapi pakar teknik dan para korban menyalahkan buruknya kondisi konstruksi bangunan dan lemahnya penegakan hukum sebagai faktor-faktor yang memperburuk kehancuran yang kini terjadi.
Dua kontraktor yang dilaporkan berupaya meninggalkan Turki menuju Georgia telah ditahan aparat berwenang di bandara Istanbul.
Kedua kontraktor dinilai bertanggung jawab atas dugaan buruknya konstruksi di beberapa gedung yang ambruk di Adiyaman.
Seorang kontraktor yang ditahan bernama Yavuz Karakus, mengatakan kalau sudah membangun sesuai aturan.
“Hati nurani saya bersih. Saya membangun 44 gedung. Empat di antaranya hancur. Saya melakukan semua sesuai aturan,” ujarnya.
Kantor berita pemerintah Anadolu melaporkan dua kontraktor lainnya ditangkap di provinsi Gaziantep. Keduanya diduga telah memotong kolom atau pilar untuk menambah ruang di sebuah gedung yang runtuh.
Kolom atau pilar yang dimaksud dalam konstruksi bangunan adalah elemen struktural yang mentransmisikan bobot struktur di atas ke elemen struktural lain di bawahnya melalui kompresi.
Sehari sebelumnya Kementerian Kehakiman Turki mengumumkan rencana pembentukan biro Investigasi Kejahatan Gempa Bumi.
Biro itu akan mengumpulkan bukti, mengidentifikasi kontraktor-kontraktor dan lainnya yang berada di balik pembangunan gedung-gedung yang ambruk untuk menentukan apakah telah terjadi pelanggaran. Turki memiliki aturan soal konstruksi bangunan, tetapi jarang ditegakkan.
Presiden Badan Arsitek Turki, Eyup Muhcu mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa banyak bangunan yang ambruk itu dibangun dengan metode lebih rendah, tanpa memperhatikan aturan pembangunan atau konstruksi di Turki.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun buka suara soal gempa bumi ini adalah bencana abad.
(Zuhirna Wulan Dilla)