Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PHK Massal Ratusan Karyawan, Ini Penjelasan Citigroup

Dovana Hasiana , Jurnalis-Jum'at, 03 Maret 2023 |14:48 WIB
PHK Massal Ratusan Karyawan, Ini Penjelasan Citigroup
Citigroup lakukan PHK massal (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTACitigroup melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terhadap ratusan karyawan. Salah satu divisi yang terdampak adalah investasi perbankan.

Dilansir melalui Bloomberg, pemotongan tersebut dilakukan terhadap kurang dari 1% dari 240.000 tenaga kerja Citigroup, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Karyawan di seluruh operasi perusahaan dan organisasi teknologi serta unit penjamin emisi hipotek Amerika Serikat juga termasuk di antara yang terdampak pemangkasan ini.

Pemangkasan dinilai sebagai bagian perencanaan bisnis yang normal pada lingkup Citigroup. Belum ada mandat luas bagi manajer untuk memangkas karyawan, sebaliknya, berbagai divisi bergulat dengan berbagai alasan pemotongan.

“Kami secara aktif merekrut untuk mengeksekusi strategi kami, tetapi kami juga bergerak kembali ke tempat yang masuk akal mengingat lingkungan tempat kami berada,” ujar Chief Financial Officer Citigroup Mark Manson pada bulan Januari, dilansir Reuters (3/3/2023).

Pemangkasan ini dilakukan hanya beberapa minggu setelah saingannya JPMorgan Chase memangkas ratusan staf hipotek. Goldman Sachs, pada bagiannya, memulai salah satu putaran PHK terbesarnya pada bulan Januari ketika berencana untuk menghilangkan ribuan posisi di seluruh perusahaan.

Hal ini memang diprediksi akan terjadi, lantaran Citigroup telah menghabiskan miliaran dalam beberapa tahun terakhir untuk meningkatkan infrastruktur dasarnya di divisi teknologi . Chief Executive Officer (CEO) Jane Fraser telah lama mengatakan investasi ini pada akhirnya akan memungkinkan bank mengurangi ketergantungannya pada proses manual.

“Seiring dengan matangnya investasi kami dalam inisiatif transformasi dan pengendalian, kami berharap dapat mewujudkan efisiensi karena program-program tersebut bertransisi dari proses intensif secara manual ke proses yang dimungkinkan oleh teknologi,” ujar CEO Fraser pada bulan Januari dilansir Strait Times.

Sementara pada divisi investasi perbankan, yakni salah satu divisi yang terdampak, perusahaan telah menghadapi perlambatan industri dalam transaksi keuangan. Kelangkaan aktivitas memicu penurunan 53% pendapatan dari bisnis di tahun lalu dan analis memperkirakan penurunan tambahan di kuartal pertama.

Langkah Citigroup baru-baru ini di divisi hipoteknya terjadi setelah bank tersebut telah memecat puluhan pekerja tahun lalu. Permintaan hipotek telah turun dalam beberapa bulan terakhir di tengah kenaikan harga dan kenaikan suku bunga hipotek yang cepat.

“Kami terus-menerus menyisir bakat dan memastikan kami mendapatkan orang yang tepat dalam peran yang tepat, dan jika diperlukan untuk melakukan restrukturisasi, kami juga melakukannya.” pungkas Chief Financial Officer Citigroup Mark Manson pada bulan Januari.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement