Sementara pendapatan segmen lainnya tercatat sebesar Rp709,82 miliar. Secara rinci, hotel mencatatkan pendapatan sebesar Rp294,13 miliar, pengelolaan properti dan real estate tercatat sebesar Rp330,81 miliar, rekreasi sebesar Rp52 miliar dan lainnya sebesar Rp32,87 miliar.
Di sisi lain, beban pokok penjualan dan beban langsung SMRA tercatat sebesar Rp2,71 triliun, turun dari sebelumnya yang sebesar Rp2,97 triliun. Adapun, beban penjualan tercatat sebesar Rp321,56 miliar, beban umum dan administrasi sebesar Rp952,34 miliar, serta beban operasi lainnya sebesar Rp33,81 miliar.
Hingga akhir Desember 2022, total nilai aset perusahaan pengembang properti ini tercatat sebesar Rp28,43 triliun, tumbuh dari posisi akhir Desember 2021 yang sebesar Rp26,04 triliun. Liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp16,68 triliun dan ekuitas sebesar Rp11,75 triliun.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.