JAKARTA - Berawal dari tawaran pekerjaan sampingan sebagai figuran dalam film Bollywood, siapa sangka kalau malah berujung dengan aksi perampokan?
Dilansir dari BBC di Jakarta, Selasa (4/4/2023), ada sejumlah laki-laki di Negara Bagian Maharashtra mengira mereka mendapat peran figuran dalam sebuah film, tapi kenyataannya mereka ditipu untuk menarik uang tunai sebagai bagian dari perampokan bank pada 2018.
BACA JUGA:
Adapun perampokan itu berlangsung di Bank Cosmos yang berkantor pusat di Pune, India.
Awalnya para staf di kantor pusat Bank Cosmos tiba-tiba menerima serangkaian pesan mengkhawatirkan pada suatu Sabtu sore yang tenang, Agustus 2018.
Pesan itu datang dari perusahaan pembayaran kartu Visa di Amerika Serikat, yang memperingatkan bahwa ada ribuan permintaan penarikan uang tunai berjumlah besar dari ATM oleh orang-orang. Di mana mereka tampaknya menggunakan kartu Bank Cosmos.
BACA JUGA:
Lalu ketika ketika tim Bank Cosmos memeriksa sistem mereka sendiri, mereka tidak menemukan transaksi mencurigakan.
Kemudian, sekitar setengah jam selanjutnya demi keamanan, mereka mengizinkan Visa menghentikan semua transaksi dari kartu Bank Cosmos. Penundaan ini berakibat sangat mahal.
Keesokan harinya, Visa membagikan daftar lengkap transaksi yang dicurigai kepada kantor pusat Bank Cosmos. Terdapat sekitar 12.000 transaksi penarikan terpisah dari berbagai ATM di seluruh dunia.
Ternyata bank ini telah kehilangan hampir USD14 juta atau setara Rp209,5 miliar.
Kejadian ini disebut sebagai kejahatan yang berani jika dilihat dari betapa besar skalanya dan sinkronisasinya yang begitu cermat.
Di mana pelaku telahmenjarah ATM di 28 negara berbeda, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Uni Emirat Arab, dan Rusia. Semua itu terjadi hanya dalam kurun dua jam 13 menit, seperti flash mob dari kejahatan global yang luar biasa.
Penyelidikan nantinya mengarah ke sekelompok peretas yang sebelumnya melakukan serangkaian serangan serupa, dan tampaknya dilakukan atas perintah Korea Utara.