Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ditawari Jadi Figuran, Sekelompok Pria Ini Malah Ditipu Tarik ATM Rp209 Miliar

Safina Asha Jamna , Jurnalis-Selasa, 04 April 2023 |13:54 WIB
Ditawari Jadi Figuran, Sekelompok Pria Ini Malah Ditipu Tarik ATM Rp209 Miliar
Ilustrasi perampokan. (Foto: Freepik)
A
A
A

Adapun otoritas AS dan Korea Selatan memperkirakan Korea Utara memiliki hingga 7.000 peretas terlatih.

Mereka semua tidak mungkin bekerja dari dalam negeri, di mana hanya sedikit orang yang diizinkan menggunakan internet, sehingga aktivitas penggunanya sulit disembunyikan. Sebaliknya, mereka sering dikirim ke luar negeri.

Ryu Hyeon Woo, mantan diplomat Korea Utara sekaligus salah satu orang paling senior yang membelot dari rezim, menggambarkan bagaimana para peretas ini bekerja dari luar negeri.

Pada 2017, dia bertugas di Kedutaan Korea Utara di Kuwait, membantu mengawasi pekerjaan sekitar 10.000 warga negara Korea Utara di negara tersebut.

Saat itu, banyak yang bekerja di lokasi-lokasi konstruksi di wilayah negara teluk itu. Seperti semua pekerja Korea Utara, mereka wajib menyerahkan sebagian besar gaji mereka kepada pemerintah.

Dia mengatakan bahwa kantornya menerima telepon setiap hari dari seorang pengawas Korea Utara yang mengawasi 19 peretas yang tinggal dan bekerja di sebuah tempat yang sempit di Dubai.

"Hanya itu yang mereka butuhkan: sebuah komputer yang terhubung ke internet," katanya.

Korea Utara menyangkal memiliki peretas yang ditempatkan di luar negeri, namun hanya pekerja TI dengan visa yang legal.

Namun deskripsi yang disampaikan oleh Ryu selaras dengan tuduhan FBI soal bagaimana unit siber ini beroperasi dari seluruh dunia.

Pada September 2017, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi terberat terhadap Korea Utara, dengan cara membatasi impor bahan bakar, ekspor lebih lanjut, dan menuntut negara-negara anggota PBB memulangkan pekerja Korea Utara paling lambat pada Desember 2019.

Namun para peretas ini masih tampak aktif.

Mereka kini menargetkan perusahaan mata uang kripto, dan diperkirakan telah mencuri hampir USD3,2 miliar atau setara Rp47,89 triliun.

AS menyebut mereka perampok bank terkemuka dunia yang mengandalkan keyboard, bukan senjata.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement